Shalat dan Interview

Dulu saya pernah bikin postingan tentang shalat dan kerja di Jepang .

Kali ini postingan saya adalah tentang shalat dan interview. Ho oh, ini pertama kalinya saya ngomongin soal shalat pada saat interview, pas di Indo aja enggak pernah 😆

Jadi saya sekarang lagi dalam proses job hunting. Beberapa minggu lalu saya nyoba interview di beberapa perusahaan termasuk perusahaan A. Saya dapat giliran terakhir karena pas masukin resume, saya telat sehari (karena awalnya gatau soal perusahaan ini) dan untungnya career counselor saya baiiik banget mau nyempilin saya buat interview.

Nah, pas di interview, interviewernya cuma satu orang (dari yang tadinya dua) dan orang ini (sebut saja N-san) adalah orang HR-nya. Orangnya baik, bahasa inggrisnya patah-patah tapi keliatan banget mau berusaha untuk ngobrol sama saya. Waktu saya cuma 20 menit saat itu karena N-san mau ngejar shinkansen. Akhirnya kita ngobrol sekenanya aja. Obrolan lancar dan pas udah mau selesai, beliau tanya :

N-san : kamu muslim, kan? *sambil menunjuk kepalanya seolah memperagakan pakai jilbab*

Saya : Iya *udah takut aja jangan-jangan ada masalah sama jilbab*

N-san : Oh, jangan khawatir soal jilbab kamu. Di perusahaan kami ada peraturan yang sangat penting dan berlaku di semua kantor cabang. Kami memberikan waktu break shalat untuk karyawan muslim.

Saya : Oh, begitu? *kaget campur haru*

N-san : iya, jadi kamu jangan khawatir, ya.

Saya : Wah, N-san, karena N-san bilang begitu, saya jadi makin berharap bisa bekerja di kantor ini!

Dan saya enggak bohong! Saya betulan berharap banget sejak percakapan itu. Kaget juga karena saya belum tanya apa-apa tapi N-san malah yang memberi tahu duluan! hehe

Nah, belum berhenti sampai situ ceritanya. Jadi ternyata saya lolos panggilan interview kedua dan tahap kedua adalah aptitude test di pabrik yang berlokasi di Tochigi.

Ketika saya sampai sana dan bertemu dengan N-san lagi, saya ditanya beliau “kamu mau shalat, tidak?”

Awalnya karena dia pakai bahasa jepang, saya ga paham dan jawab “Tidak usah, terima kasih”

“betul?” tanya dia lagi yang saya tetap iyakan saja.

Tapi pas makan siang saya baru ngeh, eh dia ini tadi nanya apa? Dan akhirnya saya memberanikan diri untuk nanya ke N-san apa saya boleh shalat setelah selesai makan siang? N-san langsung menjawab tentu saja, beliau bahkan sudah mem-booking satu ruangan khusus buat saya shalat!

Senang? Banget!

Dan lagi-lagi saya berharap banget banget bisa berjodoh sama perusahaan ini…do’ain ya! 😀

3 thoughts on “Shalat dan Interview

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s