PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Judul diambil dari istilah populer jaman sekarang. Ada yang pernah ngerasain di-PHP-in? Kayanya mungkin hampir semua orang pernah. Ada yang pernah merasa mem-PHP seseorang? Hati-hati, kamu mungkin ga sadar kalau kamu pernah begitu, lho.
Anyway, akhir-akhir ini dapet cerita ga enak soal PHP. Beberapa temen jadi korban PHP. Dan percayalah, Pelaku PHP bisa lelaki ataupun perempuan. Iya, tidak ada batas untuk kekejaman.

Temen saya A (cewek), hari ini cerita soal kisah cintanya yang kandas sebelum berkembang gara2 dia baru tau dari hasil stalking kalau cowok yan tengah dekat dengannya selama 3 minggu dan mengaku single itu ternyata akan menikah 5 bulan lagi! Yang kasihannya, A sudah terlanjur menaruh rasa percaya bahwa cowok cemen ini adalah jenis cowok baik-baik dan bisa dipercaya. Ternyata A harus tau soal kabar pernikahan ini bukan dari mulut si cowok langsung, tapi dari hasil stalking socmed si calon istri cowoknya. Dasar pengecut!

Lain lagi si B (cowok) yang sudah dekat dengan adik kelasnya yang tinggal di lain kota dari si B, kemudian ketika sang adik kelas datang berkunjung ke kota tempat B tinggal, mereka jalan layaknya pasangan kekasih. Ketika akhirnya sang adik kembali ke kota asal, barulah sang adik kelas jujur bahwa dia sudah punya cowok yang tak lain adalah kawan B juga. Yaelaaaahh!

Trik supaya ga kena PHP mungkin bisa dimulai untuk tetap waspada dan skeptik ketika harapan mulai muncul. Juga ada pepatah bilang “jangan menaruh harapan terlalu tinggi, ntar sakit” tapi bullshit amat. Kalau jatuh cinta, harapan ga ditaruh tinggi-tinggi pun pasti melambung dengan sendirinya, iya ga sih? Terutama kalo harapan-harapan ini terus-terusan dipompa sama pelaku PHP. Kalo udah begini, cara paling akurat ya dengan konfirmasi langsung. Apakah harapan-harapan yang kita punya itu sebetulnya bener-bener ada kesempatan untuk jadi kenyataan, atau ya cuma sekedar ada di kepala kita doang. Yang paling brengsekketek adalah kalau pas dikonfirmasi, pelaku PHP teteeeuuup aja ngeles. Kalo udah gitu sih udah bukan PHP lagi, tapi bejat!

Gatau ya kenapa ada aja orang yang tega secara sadar memberi harapan palsu kepada orang lain (apalagi yang jelas-jelas mereka tahu orang itu punya perasaan lebih). Atau apa sebetulnya korban PHP ini terlalu “bodoh” dan “naif” untuk percaya? Mbuh juga. Yang jelas kalau orang itu memang betul-betul baik dan peduli sama kita, dia pasti lebih milih untuk jujur walaupun menyakitkan daripada bohong tapi melenakan (yang ujungnya lebih menyakitkan). Percaya, deh!

Jadi, udah berapa kali PHP-in orang? 😀

Advertisements

3 thoughts on “PHP (Pemberi Harapan Palsu)

  1. salam kenal, kakak !
    kmaren barusan ngomongin sampeyan sama bang amed< saya ga tau kalo sampeyan selebblog, malulah ssaya

    Eh sampeyan kenal bang amed kan ?
    mudah2an demikian, karena beliau menggebu2 tampaknya bercerita ttg sampeyan

    lah pake kata sampeyan, apa pake kamu gitu
    sudahlah kebanyakan intro kenalannya gini

    sekali lg salaman !

  2. waah aku setuju banget sama tulisan kak grace! bikin aku mikir2 buat ngasih kepercayaan sama lawan jenis 😀 at last, sorry for before 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s