Tori Karaage

Lagi kangen sama masakan shokudo (kantin) kampus yang sebetulnya itu-itu melulu dan sering saya protes jaman dulu, tapi lha pas udah jauh kok ya ngangenin? Masakannya sih simpel banget, yaitu ayam goreng tepung-nya Jepang alias Tori Karaage.

Image

Apa sih yang membedakan ayam goreng tepung biasa dengan karaage? Kalau buat saya, yang paling distinguished itu adalah rasa dan aroma campuran antara jahe dan minyak wijen di dalam daging ayamnya. Itu yang paling beda dan terasa spesial makan karaage dari ayam goreng tepung biasa. Pada proses pembuatannya sendiri juga sedikit berbeda karena dagingnya di-ungkep (marinated) dulu selama 1-4 jam (saya kemarin lebih) baru ketika akan digoreng dicampurkan tepung saja (bukan dicelupkan ke telur lalu ke tepung). Selama ini yang bikin saya males banget bikin ayam goreng tepung itu proses celup-mencelupnya, karena tangan belepotan kemana-mana. Tapi ketika membuat tori karaage ini terasa simpel sekali karena ayam bisa didiamkan dan kita tinggal melakukan aktivitas lain, ketika lapar tinggal goreng (tanpa celap-celup pastinya). Saya jadi berpikir untuk membuat tori karaage ini sebagai resep cepat saya kalau sedang sibuk dan ga sempat menyiapkan lauk. Soalnya menggorengnya pun cukup cepat lho!  Oya, pada resep ini tepung pelapis yang digunakan adalah Potato starch. Kalau di Jepang, tepung kanji agak sulit ditemukan, justru adanya potato starch. Nah saya gatau kalau di Indonesia mudah ga sih nemu potato starch? Saran saya, walaupun mirip, tapi jangan diganti tepung kanji ya. Pengalaman saya tepung kanji agak alot kalau digoreng soalnya. Opsi terbaik adalah diganti dengan tepung maizena,

Anyway, resep asli saya ambil dari blog JustOneCookBook, di blog itu banyak resep masakan Jepang yang mudah-mudah lho. Resep ini saya modifikasi sedikit karena menurut saya bumbu perendamnya kurang nendang (lidah orang Jepang soalnya kurang suka bumbu sih..hehe).

Tori Karaage

untuk 4 porsi

Bahan;

  • 300 gr daging ayam tanpa tulang, potong 2 cm
  • 1/4 cup potato starch atau tepunf maizena (atau lebihkan sesuai keinginan)
  • minyak untuk menggoreng

Bahan bumbu perendam:

  • 1/4 bawang bombay diparut
  • 2 cm jahe diparut
  • 2 sdm soyu
  • 1 1/2 sdm minyak wijen (saya lebihkan karena saya suka yang wangi, kalau kurang suka boleh 1 sdm saja)
  • sejumput garam (pengalaman saya agak kurang asin, jadi jangan terlalu sedikit)
  • sejumput lada hitam
  • 1 kuning telur
  • 1 1/2 sdm gula (untuk menggantikan sake dari resep asli)
  • sejumput bumbu penyedap rasa ayam (boleh diskip)
  • 3 siung bawang putih cincang halus

Cara Membuat:

  1. campurkan semua bumbu perendam dan masukkan ke dalam kantong plastik lebar
  2. lalu masukkan ayam dan campurkan bumbu bersama ayam dengan cara meremas kantong plastik sampai ayam tercampur rata dengan bumbu.
  3. Diamkan ayam di dalam kulkas selama minimal 1 jam atau lebih.
  4. keluarkan ayam ketika akan digoreng dan panaskan minyak kira-kira sampai 160-170 derajat celsius
  5.  pindahkan ayam ke mangkuk dan campurkan dengan tepung kentang. Tidak perlu tercampur rata pun tidak apa-apa
  6. goreng ayam selama 90 detik, angkat, tiriskan selama 4 menit untuk mengurangi serapan minyak baru kemudian goreng lagi sampai keemasan.
  7. ayam siap dihidangkan dengan sedikit perasan lemon atau salad kesukaan.

Image

Itadakimasu!

Advertisements

One thought on “Tori Karaage

  1. Pingback: Tentang Dunia Perbumbu-an | A Fluke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s