Tentang Dunia Perbumbu-an

Saya ini aslinya ga pernah dan ga suka masak. Tapi sejak tinggal di negara orang yang makanan halal-nya susah didapat, mau ga mau masak udah jadi kewajiban. Terutama sejak nikah, demi menghemat pengeluaran (ya iyalah, masak mau beli di luar terus?), masak jadi kegiatan harian yang kadang saya kangenin, kadang saya benci. Yeah, it`s kind of love-hate relationship thingy that I had with cooking. Bikin sebelnya itu kalo mau nyoba resep baru tapi ada beberapa bahan yang ga ada di stok dapur. Atau lebih buruk lagi, ga ada yang jual karena eksotis (misalnya rempah aneh-aneh). Waktu pertama kali pindah ke apartemen kecil suami ini, di dapurnya cuma ada bumbu basic kayak garam-gula-kecap-saos tiram. Lada aja dia ga punya! Jadi terbatas sekali masakan yang bisa saya bikin.

Along the way, karena saya akhirnya sering nyoba resep baru, mau ga mau satu persatu bumbu pun terkumpul. Karena saya tinggal di Jepang, hunting bumbu ini ga bisa saya lakukan sendirian, kudu bareng suami. Karena saya harus mastiin bumbu yang saya beli ga mengandung bahan-bahan seperti babi, gelatin atau shortening dari hewan. Saya bisa sih baca kanji babi (豚) atau katakana gelatin (ゼラチン) dan shortening (ショートニング), tapi kadang ada bahan yang `tricky` dan untuk mastiin saya mending bawa suami saya aja.

Anyway, ini beberapa koleksi saus yang udah saya koleksi so far.

1. Kecap Inggris atau Worcestershire Sauce (ウスターソース)

20140127-013350.jpg

Masakan Jepang biasanya pakai shoyu atau Tonkatsu sauce. Seperti takoyaki atau okonomiyaki, walaupun masakannya tidak ada daging babi-nya, tapi sausnya itu kebanyakan terbuat dari campuran tonkatsu sauce. Ini jelas saya ga mungkin pakai, karena tonkatsu sauce itu terbuat dari babi. Biasanya subtitusi dari tonkatsu sauce adalah kecap inggris. Nah, ini juga perlu diwaspadai. Kecap inggris di Indonesia mungkin `aman`, tapi di Jepang, beberapa mengandung Babi juga. Jadi harus pilih-pilih dan lihat ingredients-nya.

Ini yang saya biasa pakai di rumah.

Saya beli di AEON seharga 98 yen (kalau ga salah).

2. Saus Tiram

Sama dengan Kecap Inggris, memilih saus tiram juga harus lihat ingredients list-nya. Ini yang saya pakai.

Merek-nya CookDo, harganya saya lupa, mungkin sekitar 150-200 an yen.

20140127-013621.jpg
3. Kecap ikan

20140127-013717.jpg
Dari baca-baca, katanya kecap ikan yang enak itu yang buatan Thailand. Makanya saya khusus cari di toko barang impor Kaldi. Dapet juga, dan yang paling nyenengin adalah kecap ikan ini ada lambang halal-nya. Yihaa!
4. Saus Pizza

20140127-013938.jpg
Sebetulnya bisa banget bikin saus pizza sendiri. Tapi seringnya males banget, dan akhirnya milih pake yang udah bungkusan gini. Walaupun gitu ini agak kurang nendang, jadi saya tambahin saus tomat, basil, oregano dan saus cabe lagi. Yaaa ga instan-instan amat lah ya…hihihi. Yang ini merk Kagome. Harganya 200-an kalau ga salah deh.
5. Minyak wijen

20140127-014153.jpg
Seumur-umur baru sekali beli minyak wijen! Soalnya di rumah saya sendiri kayanya hampir ga pernah pakai. Ternyata winyak wijen itu rahasia untuk masakan yang beraroma ya. Mulai dari Tori Karaage sampai tumisan biasa, minyak wijen bikin rasa masakan khas sekali. Saya jadi suka! Hehe. Ini dibeli di Daiso alias hyaku-en shop (百円)Toko barang seratus-an. Karena kiranya cuma butuh dikit jadi beli yg kecil. Lumayan hemat pemakaiannya kok :p
6. Shoyu

20140127-014554.jpg
Ini rahasia masakan Jepang selain mirin. Shoyu sebetulnya kecap asin, tapi komposisinya sedikit berbeda dari kecap asin biasa. Katanya sih karena mengandung alkohol. Tapi ada juga yang non-alkohol kok. Cuma yang saya beli saya gatau, maklum pas beli ga bareng suami, asal ambil aja…hahaha.
Ntar kalau udah habis insya Allah cari yang non-alkohol deh 🙂

Anyway, itulah koleksi di dapur saya so far. Masih ada beberapa bumbu yang saya pengen cobain kayak Shio Koji (塩麹) yaitu malt yang difermentasi bersama dengan garam dan menghasilkan rasa umami yang enak. Aduh dengernya aja bikin penasaran! Waktu itu saking penasarannya saya beli ikan salmon yang udah dilumurin shio koji. Pas saya panggang, bener lho, rasanya enak!
Masih banyak lagi bumbu Jepang yang saya pengen eksplorasi. Terutama acar-acaran. Sejauh ini cuma coba fukujinsuke, benishoga dan kimchi. Mungkin next time saya bikin postingan khusus 漬物 (tsukemono) alias acar Jepang, ya.

Yah, ditunggu saja! :mrgreen:

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Dunia Perbumbu-an

  1. Pingback: Yakisoba | A Fluke

  2. Waduh, bumbu saya di dapur cuma shio-kosho, kecap manis & asin ABC botol gede (ini abisnya lama banget), saos tomat-sambel. Udah! Hahahaha. *masih bumbu ala Indo* Ga pernah masak aneh2, paling cuma tumis2 sama goreng2. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s