Happiness

So many definitions of happiness. All of them are correct, depending on your own circumstances. Your happiness may not be the same as others. So there is no way to force others to be happy using your standard of happiness.

My happiness for now is to see my family happy, including my spouse.
I am happy if he is happy. And I know he is always trying to do the same.

Hopefully I can bring happiness to others as it will bring happiness to myself.

Mengeluh

Kebanyakan mengeluh itu adalah pekerjaan orang yang belum dewasa. Kenapa saya berkesimpulan demikian, karena dulu saya adalah orang yang suka mengeluh. Disuruh bangun pagi karena ada kelas pagi, mengeluh, harus lembur mengerjakan tugas sampai malam, mengeluh, harus masak tengah malam karena tiba-tiba lapar, mengeluh.
Ada saja hal-hal yang saya keluhkan karena saya malas atau segan melakukannya.
Tapi seiring berjalannya waktu, saya pun mulai menyadari bahwa hidup itu singkat, dan kalau hanya dihabiskan dengan melakukan hal-hal di dalam comfort zone saja, mungkin pengalaman yang didapatkan pun tidak akan seberapa.
Tidak hanya itu, makin lama saya menyadari bahwa kesempatan itu tidak datang secara ajaib begitu saja kepada saya. Ada hal-hal yang harus diperjuangkan. Ada hal-hal yang harus kita lakukan untuk mempertahankannya, dan hal-hal tersebut biasanya di luar dari enak.
Misalnya, dulu saya sangat heran terhadap orang-orang yang sanggup bangun pagi-pagi buta dan pergi ke kantor tiap harinya. Saya biasanya bangun sesuka saya (kecuali kalau ada kelas pagi, itupun pakai mengeluh).
Tapi semingguan ini saya sudah mulai harus membiasakan diri untuk tidak hanya bangun pagi buta, menyiapkan makanan, berdandan (hal yang dulu hampir tak pernah saya lakukan), berjejalan di atas kereta dan dilanjutkan dengan bekerja –kadang sampai malam larut. Saya tidak mau mengeluh. Karena akhirnya saya menyadari bahwa mengeluh bukan hanya tidak membantu apa-apa, tapi juga menyurutkan semangat saya untuk belajar hal baru dari pekerjaan saya– yang hanya bisa dilakukan dengan melakukan itu tadi semua.

Tentu saja manusiawi sekali untuk merasa jenuh atau lelah dan mengeluh satu-satunya yang bisa dilakukan. Tapi buat saya tetap saja sebaiknya jangan dibiasakan. Selain membuat hati semakin berat melakukan ini-itu, orang yang mendengar juga mungkin lama-lama bosan.

Yah begitulah, saya pun masih belajar untuk ikhlas dalam melakukan sesuatu dan mengurangi mengeluh.