Kamu

Kamu lagi apa? Sesak, ya? Maaf ya, sabar sedikit ya.

Aku jarang bercerita padamu, ya. Pasti kamu pikir aku sombong ya karena jarang ngajak kamu ngobrol..
Maaf ya kalo kamu pikir begitu, sungguh ga ada maksud untuk aku jadi sombong atau mengabaikanmu. Malah sebetulnya aku takut, kalau terlalu sering menghubungimu, nanti harapanku padamu akan tumbuh terlalu tinggi.
Aku takut pada kenyataan kalau aku tidak bisa bertemu denganmu nanti.
Kamu ga percaya? Jangan begitu dong, ini benar, lho.

Ingat ga, kemarin malam aku lemas tak berdaya, pulang sampai ke apartemen langsung terkapar dan cuma bisa makan sebutir pear. Lalu dia, Andrie namanya btw, pulang dan berbaik hati membuatkan jahe hangat juga memijat punggungku.
Dia ajak kamu ngobrol sedikit juga, kamu dengar ga? Dia bilang dia bukan memijatku, tapi memijatmu. Haha, dia lucu, ya?
Tapi memang setelah itu aku tertidur lelap. Eh, tidak terlalu lelap, ding. Soalnya aku terbangun tengah malam untuk pipis. Saat itulah aku merasakan sakit di perut yang mengganggu.
Kupikir ini sakit perut karena masuk angin dan perut kembung, kan biasa. Jadi aku kembali tidur. Lalu saat paginya aku terbangun dengan perasaan lain.
Aku merasa lebih segar.
Dan itu aneh untuk aku yang selalu merasa lelah dalam dua bulan terakhir ini. Bukan salah kamu, salah hormon aku kok. 🙂
Terus tiba-tiba aku jadi takut, kalau-kalau segarnya badan aku ini pertanda kamu kenapa-kenapa.
Semua “jangan-jangan” benar-benar menghantuiku. Aku browsing internet untuk mencari kejelasan, malah tambah takut.
Terus aku bilang ke Andrie, dia bilang aku harus tenang dan berpikir positif. Aku ngomong ke ibuku, ibuku juga bilang demikian. Ibuku juga suruh aku sering-sering ajak kamu ngobrol biar aku lebih peka. hehe, aku memang ga peka ya?
Aku masih ketakutan, aku ga bisa bayangin kalo benar-benar terjadi sesuatu padamu.
Terus aku nangis, saking gatau lagi harus ngapain. Aku juga berbisik bilang sama kamu, minta maaf karena aku ngeluh terus dua minggu ini, dan aku gapapa kalau harus mual-mual asalkan itu tandanya kamu sehat dan terus berkembang. Aku gapapa sakit terbaring lemah, aku gapapa kalau harus habisin jatah cutiku, aku bahkan gapapa kalo harus resign dari kantor kalo itu semua demi kamu!
Ga lupa aku juga berdoa sama Sang Pemilik hidup, supaya kamu masih menjadi keajaiban-ku, keajaiban kami semua. Aku bilang sama Yang Maha Mendengar kalo aku mau ketemu kamu, aku pengen gendong kamu, aku pengen lihat kamu.
Aku mau dan rela bayar apapun berapapun demi melihat kamu sehat selamat dan sempurna.

Tuh kan, aku jadi melankolis bahkan cuma dengan mikirin kamu. Jadi galau begini, salahin hormon lagi aja deh.
Alhamdulillah ketika aku nulis ini, mual-mual aku udah balik lagi. Di toilet tadi aku juga sendawa terus tanda angin banyak masuk. Aku lega walaupun itu tidak menjamin apa-apa.
Setidaknya aku berharap itu cara Dia memberi jawaban atas bisikan permintaan aku tadi. Aku juga berharap itu cara kamu bilang kalo kamu gapapa, kalo aku aja yang terlalu lebay dan paranoid.
Ya habis gimana, kalo menyangkut kamu, aku pasti bakal lebay.
Kayanya semua ibu bakal begitu deh.

Jadi kamu sehat-sehat terus ya. Jadwal aku nengokin kamu masih tiga minggu lagi. Rasanya kaya seabad.
Aku gatau gimana caranya Andrie bisa setenang itu, semantara aku tiap hari ngitung kalender terus berapa lama lagi tiga minggu itu.
Kalo aku udah ga sabar banget, minggu depan aku nengok kamu deh. Kamu sehat-sehat terus ya sampai saat itu. Aku kangen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s