Rejeki

Saya percaya rejeki itu datangnya dalam berbagai macam bentuk dan cara. Bahkan saya percaya kesusahan itu sebetulnya adalah satu bentuk rejeki, iman dan kekuatan untuk menghadapi kesusahan pun adalah rejeki yang mungkin sebagian orang lain tidak bisa mendapatkannya.

Saya percaya semua yang diberikan Tuhan ke dalam hidup saya adalah rejeki dan bentuk Tuhan dalam mengasihi saya. Alhamdulillah, banyak yang bisa disyukuri dari hidup saya sejauh ini. Mungkin hal-hal tidaklah sempurna, tapi ketidaksempurnaan hidup saya adalah pertanda bahwa hidup saya berjalan terus dan saya belajar terus. Dan Alhamdulillah saya diberi kekuatan untuk menjalaninya.

Coba, dikasih rejeki seperti itu siapa yang tidak patut bersyukur?

Ada kalanya saya mengobrol dengan kawan dan saling bertukar cerita. Tentu saja ada hal-hal menyenangkan dalam hidup mereka yang terkadang saya pun iri dibuatnya. Tapi setelah melanjutkan cerita, ternyata hidup mereka juga tidak selalu indah, kok. Ada beberapa hal yang buat saya fundamental, yang justru saya dapatkan dalam kondisi jauh lebih baik.

Alhamdulillah, Allah kasih saya kesehatan. Alhamdulillah, Allah kasih saya orang-orang baik yang mencintai saya. Alhamdulillah, Allah kasih saya kesempatan untuk makan makanan yang baik dan tinggal di tempat yang baik. Alhamdulillah.

Yang saya harapkan sekarang adalah semoga anak saya nanti menjadi anak yang juga pandai mensyukuri kehidupan, mensyukuri semua yang diberikan dan menjadikan itu sebagai pendorong agar selalu maju dan maju lagi, sambil terus bersyukur.

Bismillah, alhamdulillah.

Advertisements

Telur Bistik

Masakan ini terkenal di Malaysia dan kayanya hampir semua angkringan/rumah makan yang menjual tom yam, pasti menjual telur bistik juga. Waktu saya tinggal di KL, saya cukup sering memesan menu ini di kantin kampus. Paling enak dimakan bersama tomyam. Jadi asam kuah tomyam beradu dengan saus telur bistik ini, rasanya hmmm…

Ternyata membuat telur bistik inipun mudah saja, kok. Ini saya buat ketika enggak punya banyak waktu masak. Di dalam telur bistik ini mengandung daging ayam, sayuran dan telur. Jadi cukup menjadi alternatif bagi yang bosan dengan menu yang itu-itu melulu.

Yuk, dicoba!

telor bistik

Telur Bistik 

Untuk 2-3 porsi

Bahan-bahan:

1 buah dada ayam, rebus dan potong-potong kecil
3-4 buah telur
setengah buah bawang bombay diiris tipis
sayuran beku campuran (mixed frozen vegetables) — bisa diganti dengan sayuran fresh yang dipotong kecil dan direbus sebentar terlebih dahulu
2 buah cabe rawit (bisa di-skip kalau tidak mau pedas)
3 sdm saus tomat
2 sdm saus cabai
2 sdm saus tiram
garam, gula, lada, dan kaldu bubuk secukupnya
1 sdm tepung maizena yang dicampur dgn 3 sdm air

Bumbu halus:
2 siung bawang putih
2 siung bawang merah
2 buah cabai besar

Cara membuat:
Telur:

1. rebus ayam yang telah dipotong, kemudian sisihkan. Jangan buah airnya karena akan kita gunakan nanti.
2. Campurkan telur, setengah ayam, garam, lada dan kocok bersama. Kemudian goreng. Jika memakai wajan lebar bisa sekali goreng, jika memakai wajan kecil bisa dibagi menjadi 2 kali menggoreng. Sisihkan di dalam piring.

Saus:
1. Tumis bawang bombay sampai layu, kemudian masukkan bumbu halus dan tumis sampai wangi. Masukkan saus tiram, saus cabai, saus tomat dan campurkan merata.
2. Masukkan sisa ayam. dan sayuran, tumis sebentar. Masukkan air rebusan tadi, gula, garam, kaldu bubuk dan lada. Jika ingin pedas, masukkan cabai rawit.
3. Masak sampai mendidih sambil dicicipi rasanya, tambahkan saus atau bumbu lain hingga rasa menjadi pas.
4. terakhir campurkan tepung maizena yang sudah dilarutkan ke dalam air, dan masak hingga mengental. Tingkat kekentalan terngantung kesukaan.

Penyajian:
Siramkan saus telur bistik ke atas telur yang telah dibuat dan hidangkan bersama nasi hangat.

 

Balado Kentang Teri

Adalah kegembiraan buat saya ketika akhirnya saya bisa kembali masuk dapur buat masak-masak. Yeah, seneng!
Dikarenakan ngidam masakan Indonesia yang kebanyakan ga dijual di Restoran Indonesia disini, akhirnya saya pun kembali berkutat cari resep baru untuk dicoba.
Gatau kenapa pas masuk trimester kedua, saya ngidam masakan pedes-pedes terus. DI kepala tuh yang kebayang sambel warna merah terang dan bikin kepedesan. Kayanya nikmat.
Saya akhirnya memutuskan untuk nyobain bikin Balado kentang teri. Dulu saya pernah bikin juga, tapi pake sambel bumbu bikinan mertua. Jadi ini pertama kalinya saya bikin masakan balado from scratch. Ternyata ga susah, kok.
Resep sambelnya ini bisa dipake buat balado telur atau ayam ya. Mungkin kalo telur dan ayam dibikin lebih banyak lagi cabe merah-nya sehingga jadi lebih banyak jumlah sambelnya.
Ini dibikin udah 3 minggu yang lalu kayanya, dan saat itu ga kepikiran untuk mendokumentasi-kan. Jadi fotonya seadanya aja, ya.

balado kentang
Balado Kentang Teri
Untuk 2-3 porsi

Bahan:
3-4 buah kentang, potong memanjang agak tipis, goreng hingga matang
50-100 gr Teri medan, goreng hingga matang
setengah buah tomat, potong-potong
5 buah bawang merah, iris tipis
1 buah daun salam
1 cm lengkuas dimemarkan
garam, gula, lada secukupnya

Bumbu halus:
6 buah cabe merah besar
2-3 buah cabe rawit/cabe yang pedas (bisa diskip bila tidak ingin pedas)
3 siung bawang putih

Cara membuat:
1. Panaskan minyak dan tumis bawang merah hingga harum. Kemudian masukkan bumbu halus dan tumis sebentar.
2. masukkan daun salam, lengkuas, tomat yang sudah dipotong, tumis sampai tomat hancur (tidak berupa potongan lagi. Tambahkan gula, garam dan lada. Kemudian cicipi sampai rasanya pas.
3. Masukkan teri dan tumis lagi, terakhir masukkan kentang yang sudah digoreng dan aduk sampai semua kentang terkena bumbu sambalnya.
4. matikan api, sajikan dengan nasi hangat.

Simpel, kan?
Sambal balado ini kayanya basic untuk resep balado lainnya, selain buatnya mudah dan cepat, rasanya pun bikin pingin nambah nasi terus. Selamat makan!

Kehamilan Pertama – Trimester 1

Week 6-7

Melanjutkan postingan sebelumnya, jadi pertama kali saya ke obgyn adalah saat usia kandungan 5 minggu. Waktu itu dokternya suruh saya balik lagi 2 minggu kemudian. Pulangnya saya browsing-browsing, cari tahu gimana cara baca itu hasil usg yang keliatannya cuma kayak titik item. Pas baca-baca, saya sampe ke artikel yang ngebahas blighted ovum dan kehamilan ektopik.

Saya bener-bener kaget dan panik karena sama sekali ga nyangka bahwa kemungkinan seperti itu ada dan kasusnya juga dialami cukup banyak wanita, bahkan ada yang sampai 2-3 kali kehamilan. Di Jepang, semua ibu hamil dikasih yang namanya Boshitecho alias buku kehamilan. Biasanya dokter nyuruh kita ambil ke city office ketika dokter sudah bisa mengkonfirmasi adanya kehamilan. Lha pas saya dateng belom dikasih apa-apa termasuk formulir atau penjelasan apapun soal boshitecho itu.

JEGER *suara petir ceritanya*, saya langsung panik, takut, kepikiran macem-macem, yang tadinya galau apa siap punya anak atau ga, malah jadi takut kalo ternyata belom rezekinya dikasih (padahal kalo emang belom rezekinya ya manusia bisa berbuat apa ya..). Pokoknya tiap hari nyari terus apa itu blighted ovum, semakin nyari, semakin takut. 2 minggu penantian cek ke dokter itu adalah masa penantian yang sangaaaatt panjang! Pada masa ini belom berani cerita ke siapa-siapa, cuma cerita ke Nasidah doang, itu juga karena ternyata dia juga lagi hamil dengan usia kehamilan yang ga jauh! Emang kita sehati keknya ya Nas…xD

Anyway, yang dirasakan begitu masuk ke minggu 6 adalah mabuk darat! Tau gak sih rasanya kalo lagi mudik antar kota naik kendaraan darat, perut rasanya bergejolak, mual, kepala pusing dsb? Nah persis banget kaya gitu. Mual yang sampe hoak-hoek gitu sih enggak, tapi perutnya kaya diaduk-aduk dan rasanya ga nyaman banget. Bedanya sama mabuk darat naik mobil, kalo mobil berhenti, kita keluar dari mobil dan masuk rumah makan, badan rasanya seger lagi. Apalagi kalo udah sampe tujuan, otomatis hilang mabuk daratnya.

Tapi mabuk hamil minggu 6-7 ini rasanya ga ada berhentinya, seakan mobilnya ga pernah menepi atau berhenti. Ya gitu2 aja sepanjang hari. Nafsu makan juga hilang sama sekali, liat sayuran benci setengah mati, pokoknya ga ada makanan yang dipinginin atau rasanya enak di mulut. Belom lagi masuk angin yang ga berhenti-berhenti. Duh, kalo diinget-inget sedih bener.

Nah, 2 hari sebelum kunjungan prenatal berikutnya yang udah ditunggu-tunggu itu, saya dan abang udah jauh-jauh hari rencana mau jalan-jalan ke USJ dalam rangka liburan musim panas dan pengen liat Harry Potter. Kami berangkat malam hari naik bus malam dan pagi nyampe langsung ke USJ. Pulangnya naik bus malam lagi di hari itu juga. Kebayang ga sih capeknya kayak apa?

Saya udah kepikiran macem-macem takut ga sanggup atau kecapekan. Sampe mikir kalo ga kuat tar pulangnya naik shinkansen aja. Tapi ternyata oh ternyata, saya kuat loh jalan-jalan di USJ! Walaupun pake mutung gara-gara naik wahana yang dibilang Abang “aman ini mah, gitu-gitu doang”, tapi ternyata ngeri bingits, alhamdulillah semuanya baik-baik aja selama di USJ. Trus juga makan bisa 2 kali sehari porsi gede dan abis terus! Mungkin efek makan harga mahal kali yaaa…hahaha.

Setelah beristirahat sehari sepulangnya dari USJ, saya dan abang pergi ke dokter. dan alhamdulillah kami berdua sudah bisa melihat adanya titik putih di dalam kantung janin. Dokter pun sudah mengkonfirmasi adanya kehamilan dan kami pun diberi formulir untuk ambil boshitecho. Katanya juga dokter udah bisa denger detak jantungnya. Ah, senangnya. Rasanya beban yang kemaren-kemaren sedikit terangkat.

Tapi…masalah berikutnya datang. 4 hari kemudian saya diharuskan berangkat untuk business trip ke Thailand dan Myanmar selama 2 minggu! Akhirnya tanya-tanya ke dokternya apakah aman untuk saya dan janin jika kami harus naik pesawat selama 5 jam. Dasar dokter Jepang ya, dengan entengnya bilang ga ada masalah kalo saya mau naik pesawat. Janinnya kuat, tinggal gimana ibunya aja. Ditakutkan ibu akan muntah-muntah atau pingsan. Trus pulangnya tetep saya ga dibekalin obat-obatan atau vitamin apapun sama bu dokter. Penguat janin atau asam folat gitu, enggak sama sekali. Ya udah saya sih manut aja, kayanya emang stylenya dokter di Jepang begitu. Ga akan ngeresepin apa-apa kalau ga perlu. Sebelum berangkat saya cari-cari asuransi perjalanan yang punya premi untuk ibu hamil, dan ternyata cuma ada satu di Jepang. Itupun harganya 2 kali lipat dari harga asuransi perjalanan biasa. Tapi ya daripada kenapa-kenapa, saya beli juga akhirnya.

Week 7-9

Akhirnya berbekal doa dan restu dari suami, berangkatlah saya ke Myanmar dan Thailand. Sepanjang disana sih enggak ada masalah. Berikut saya kasih tips-tips bumil dalam perjalanan ya..

1. Ketika naik pesawat, mintalah aisle seat kalau perlu bilang ke maskapai kalo kita sedang hamil. Jadi mereka bisa kasih tempat duduk dekat lorong plus yang yang lebih lega buat meregangkan kaki. Ini membantu banget apalagi kalau misalnya bumilnya sering bolak-balik pipis.

2. Jalan-jalan atau lemesin kaki tiap sejam sekali. Paling enggak jalan ke toilet untuk sekedar menggerakan badan dan kaki.

3. Stay hydrated! Ini penting banget karena kalo dehidrasi malah badannya ga enak. Sebisa mungkin perut diisi sama camilan kecil juga.

4. Lihat-lihat makanan. Maksudnya ketika dikasih makan, dilihat dulu apa ada makanan pantang bumil atau gimana, kalo ada bilang aja sama flight attendant untuk minta pilihan makanan lain atau minta camilan kaya krakers atau biskuit.

5. Ketika mau take off dan landing, angkat pantat dan punggung supaya guncangan pesawat lebih minimal.

Sejauh ini itu sih yang saya lakukan ketika di pesawat. Nah kalo selama perjalanan di Myanmar dan Thailand, ini yang saya lakukan…

1. Hindari beli makanan di pinggir jalan atau restoran yang terlihat kurang reliable. Kita kan ga pernah tau gimana cara mereka masak.

2. Meskipun tinggal di hotel bagus bahkan bintang 5 sekalipun, hindari makan buah potong seperti semangka, pepaya, nanas. Terutama yang ada di buffet karena biasanya dibiarkan terbuka gitu aja.

3. Hindari minum dengan es batu. Kita ga pernah tahu air yang dipakai untuk membuat es batu tersebut

4. Kalau berpergian dengan mobil, usahakan minta supirnya untuk menghindari jalan berlubang dan coba cari posisi duduk senyaman mungkin.

5. Istirahat harus cukup, pokoknya kalo capek jangan diforsir tenaganya.

Oya, saya juga termasuk yang masih aga parno kalo harus lewatin mesin X-Ray di bandara, terutama yang bilang kalo bumil harus bilang ke petugas, jadi saya sih selalu minta pemeriksaan sentuh saja.

Sepanjang perjalanan bisnis saya di Myanmar dan Thailand, saya emang ga nafsu makan dan cepet capek. Tapi enggak ada mual-mual parah. Paling banter pusing-pusing.

Week 9 – 13

Morning sickness mulai dirasain berat saat menjelang minggu ke-9 dan 2 hari sebelum balik ke Jepang. Untung aja udah mau pulang. Fiuh.

Saya summary aja ya symptom yang saya rasakan selama kehamilan trimester pertama:

1. Mual dan muntah

Mual itu jelas, awalnya ga sampai muntah dan saya lega banget. Soalnya saya agak trauma dengan muntah, ya baunya, ya rasanya di mulut sesudah itu, aduh pokoknya enggak deh.

Taunya pas masuk minggu 10 muntah-muntah pun terjadi. Biasanya kalo saya telat makan dan keburu penuh perutnya dengan gas. Pas dimasukin makanan perutnya kaya menolak dan ga berapa lama keluarlah lagi. Tapi ternyata setelah muntah rasa perut dan badan malah lebih enteng dan enak. Akhirnya walaupun muntah itu ga ngenakin, saya tetep bersyukur kalo harus muntah karena setelahnya saya bisa tidur dengan tenang. Oya, karena muntah rasanya ga enak dan bergantung banget dengan jenis makanan yang dimakan sebelumnya, sebisa mungkin saya makan buah dan yang manis-manis terus buat cemilan. Biar pas dikeluarin lagi rasanya ga pedes atau masam. hehe.

2. Pusing dan migren

Ini sih gejala dari sebelum hamil tiap mau mens. Tapi ternyata pas hamil gejala ini makin parah dan terus-terusan.  Biasanya ini kalau saya kurang makan, berdiri terlalu lama atau kurang tidur. Ngaruh banget. Secara saya juga kerja di depan komputer, kadang-kadang kalo di rumah mesti  nyalain komputer udahannya pasti pusing-pusing. kelamaan pakai kacamata juga sama imbasnya ternyata, jadi sekarang sebisa mungkin saya copot kacamata kalo lagi ga perlu.

Ini cukup parah saya alami di penghujung trimester 1 dan awal trimester 2. Kepala rasanya kaya digodam dan satu-satunya cara untuk ngeringanin sakit kepala adalah dengan berbaring. Masalahnya tiap hari saya kerja jadi susah juga mau curi waktu untuk berbaring. Ada sih sofa yang bisa dipake buat berbaring, tapi ijin tidur barang 15 menit itu udah susah. Jadi kadang saya cuek aja, yang untungnya enggak ditanya-tanya abis ngapain! hehehe.

Pernah juga saking pusingnya saya hampir pingsan di kereta. Ga kuat lama-lama berdiri dan kepala jadi pusing, mata berkunang-kunang, telinga berdenging. Kalo udah begini ya mau ga mau harus jongkok di kereta, peduli amat deh diliatin orang. Kalo pingsan belom tentu ada yang nolong, sih.

3. Nafsu makan hilang lang lang lang…

Ini betulan. Saya mendadak ga doyan APAPUN. Makan itu perlu tapi buat masukin makanan ke mulut itu rasanya penuh derita. Apapun rasanya ga enak, apapun baunya ga enak. Pokoknya trimester pertama itu sumber penderitaan saya adalah harus mikirin tiap hari mau makan apa.

4. Ga doyan makanan tertentu

Listnya panjang banget loh: semua jenis sayuran, masakan Jepang, apapun yang terbuat dari mie, alpokat, susu kedelai, masakan yang dibikin oleh Abang, dan masih banyak lagi yang biasanya baru ga pengen makan ketika udah di depan mata.

Ini bikin saya susah banget mau makan karena pilihannya terbatas. Kalo di Indonesia mah banyak pilihan, banyak juga yang jualan. Lha disini? Akhirnya makan ya cuma itu-itu aja…sedih banget deh rasanya karena sering mikir pengen kasih yang terbaik buat janin, kan..

5. Penciuman Super

Mendadak semua benda itu ada baunya. Toilet di kantor sampai sekarang bikin saya mual. Lewat di dekat restoran Jepang padahal cuma 5 detik aja bikin hoak-hoek, nyium bau masakan Abang juga efeknya sama. Yang paling nyiksa adalah saya bisa nyium bau orang yang habis minum bir atau makan babi! Ini obscure banget emang, tapi betulan lho. Baunya itu khas gimana gitu. Secara saya tinggal di negara yang kebanyakan pengkonsumsi babi dan alkohol, kebayang ga sih kaya apa penderitaan saya?

6. Cepet capek

Gejala yang wajar dan harus diturutin karena demi kebaikan diri sendiri dan janin. Kalo biasanya tidur jam 12 malam masih seger2 aja pas bangun, sekarang jam 8 malem aja udah angop dan capeeek banget rasanya. Jadi ya harus cepet-cepet tidur. Ini sih buat saya bagus banget biar tubuhnya istirahat, terutama kalo seharian emang udah beraktivitas. Mending pas malem ga usah sok-sok begadang, abis makan, mandi, sholat ya langsung tancap ke dunia mimpi.

Sebetulnya masih banyak gejala-gejala lain yang mungkin susah dijelasin satu-satu.

Yang jelas selama kehamilan itu rasanya nano-nano dan warna-warni. Tiap hari rasanya senang campur was-was. Berharap yang terbaik dan semoga janinnya sehat selalu.

Bismillah, perjalanan baru saja dimulai 🙂