“I Love You”, is it Important to Say? 

Minggu lalu ngobrol-ngobrol dengan seorang teman. Dia cerita kalo suami mutual friend kami tiap hari pasti telpon istrinya untuk mengungkapkan rasa cinta, padahal mereka menikah sudah cukup lama dan dikaruniai 4 orang anak. Sementara itu teman saya sekalian curcol kalo suaminya jarang bilang “I love you”. 

Situasi saya sendiri sih hampir tiap hari selalu bilang minimal “Love you” kepada suami atau sebaliknya. Biasanya sih sebelum pisah berangkat kerja. Kadang terasa cuma sebuah rutinitas kaya bilang “assalamualaikum”. Ini bikin saya mikir, pentingkah bilang “I love you” atau “Aku sayang kamu” kepada pasangan setiap hari? 

Menurut saya pribadi sih penting ga penting. 

Ga pentingnya karena ya itu tadi, keseringan jadi kadang bikin 3 powerful words itu jadi kurang romantis, kurang powerful. Kadang diucapin sambil lalu. 

Namun demikian, saya tetep merasa bahwa kebiasaan ini penting dilakukan supaya pasangan ga lupa gimana caranya mengungkapkan cinta dengan kata-kata. Emang sih cinta itu ga cuma diumbar dengan kata-kata romantis doang, tapi namanya cewek kadang pengen sekali-sekali digombalin, disanjung dan dibuai dengan rangkaian kata puitis *cailah*. 

Ini serius, kadang kalo kita lagi down atau insecure, kata-kata dari pasangan adalah sesuatu yang menenangkan. Apalagi bonus peluk. 

Nah, masalahnya kalo kita terlalu lama ga mengungkapkan rasa cinta melalui kata-kata, takutnya jadi lupa caranya. Emang bisa lupa? Kan cuma tinggal ngomong? 

Bisa banget lho. Lupa di sini dalam artian gatau kapan mesti bilang, atau gimana caranya bilang tanpa ngerasa gengsi. Nah yang terakhir itu biasanya yang paling sering kasusnya. Saya berkaca pada keluarga saya sendiri ya (orang tua dan adek kakak). Keluarga saya tuh bukan tipe yang suka mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. Segitunya sampai kalo tiba2 ada anggota keluarga yang begitu, bakal terasa….canggung. 

Padahal apa sih salahnya bilang “sayang ibu ya” atau “gue sayang lo, dek”. Yang dikasih ucapan itu juga pasti seneng kan? Tapi itu dia, karena ga dibiasain untuk memulai, dan menerima kata-kata tersebut, akhirnya kalo tiba-tiba saya bilang gitu ke orang tua, mungkin mereka akan mikir kesalahan apa yang saya barusan bikin sampe sok manis begitu, haha. 

Itulah sebabnya saya dan suami ngobrol dan sepakat untuk membiasakan diri kami (juga melibatkan anak), untuk sering mengungkapkan perasaan positif dengan bebas. Seperti peluk cium, bilang “sayang kamu ya Reika” atau “love you, beb” atau “I’m proud of you, honey”. Pokoknya selama itu positif gapapa ditunjukin. Termasuk juga permintaan maaf dan mengakui kalo salah. Ini juga harus dibiasakan.

Mudah-mudahan sih kami konsisten. Hehehe

Fly

Dear Reika, 

This is maybe too soon for me to say this,

But I have a strong feeling that you will be someone who enjoys adventure, challenge and loves travelling. You will love meeting new people, new culture, and new environment. You will go to many places and try different types of cuisines. You will fly. 

If you happen to be the person I just mentioned earlier, please know that I am happy for you. Although I might have to hold my tears back whenever I take you to the airport, although I might counting days waiting for you to come back, although I might miss days we are eating on the same table and talk about stuffs, although I might bother you and calling you often. 

Don’t worry, baby bear, as much as i want to always keep you in my arms, I want to see you fly and enjoy your life to the fullest (of course still within our religion’s border, ok?). 

Ever since you are born, you always love new people, you love being surrounded by your family, friends, teachers, you just love them. You love moving, you enjoy playing, and just want to explore everything. 

And that’s when i know I should prepare myself if one day you would say confidently that you want to go study abroad, or work in another country. That’s when I understand that you are not meant for us to always hide and keep for ourselves, you are meant to fly. You are meant to fly and see the sky high, smell the ocean. We will be always here no matter far you go. We will be here and waiting for your new exciting stories. 

So dont worry about us, dont worry about me. 

Fly Reika!

Kenapa Harus “Dandan”? 

Akhir-akhir ini saya lagi semangat “merombak diri”. Ya ga rombak-rombak amat sih sebenernya. Cuma mencoba sedikit jadi lebih rapih. Biasany saya itu cueeeekk banget sama penampilan. Kerudung pake bergo ibu saya, baju asal nyaman dan ga peduliin model, sepatu apalagi! Jadilah penampilan saya itu alakadarnya. Makeup apalagi. Udah keluar rumah pake bb cream aja udah alhamdulillah. Ngantor pun saya gitu lho. Untungnya kantor bukan yang jenis mengharuskan dandan segala macem. 

Begitu saya melahirkan, makin parah kemalasan saya memperhatikan penampilan. Apalagi ditambah kemana-mana bawa anak yang digendong dan dikit-dikit pengen nyusu. Baju pasti asal pake yang ada, makeup? Byebye. Pokoknya saya kumus-kumus banget! Sampe sempet ga pede kalo mau difoto, akhirnya yang difoto ya anak terus berhubung ibunya kumel bin kucel. Pokoknya dibalik foto anak imut ada ibu yang dasteran dan belom mandi seharian haha. 
Pas Reika 8 bulan dan balik ke indonesia, PND saya mulai berkurang dan semangat mengurus diri sendiri saya mulai balik. Saya sadar bentar lagi mulai kerja dan saya pengen berubah. Saya pengen keliatan “act together”. Maksudnya ga keliatan berantakan dan ga keurus. Walau mungkin banyak yang belom keurus, minimal orang ga mesti liat trus nge-judge lah haha. #insecure 

Alasan lainnya adalah, saya ga mau anak saya dijadikan kambing hitam atas ketidak rapihannya saya. Atas ketidakbisaannya saya ngurus diri sendiri. Wong Reika itu bayi yang bisa dibilang ga merepotkan, ga rewel, ga clingy, ga nangis jerit2 tantrum dimana-mana. Beneran! Reika selama ini cukup manis kok, cuma akan rewel kalo dia laper, sakit, ngantuk atau pengen nenen. Jadi sebenernya kalo saya kumus-kumus ya itu salah saya sendiri. Dan saya ga mau memberi kesempatan buat diri saya untuk menyalahkan Reika suatu hari nanti kalo saya nyesel kenapa ga pernah nyoba fashion terkini atau ga tau bedanya lipen matte sama bukan matte (apaan sih namanya yang bukan matte? Hahaha). 

Nah maka dari itu saya lagi belajar nih untuk merapikan diri. Mulai dari penampilan sendiri. Mudah-mudahan berlanjut ke rumah dan juga kerjaan. 

Bismillah….