Blueberry Lemon Muffin

Sebagai pecinta berat muffin, saya jadi sering tergoda tiap liat resep muffin. Kenapa saya suka bikin muffin? Soalnya biasanya gampang banget. Ga butuh yang namanya mikser, telor paling cuma butuh 1 atau 2, tingkat kegagalan rendah udah gitu mentega bisa diganti minyak sayur. Pokoknya Muffin bener-bener andalan banget deh buat beginner dalam baking kayak saya ini. Beberapa resep muffin sudah saya coba, dan ternyata ga semua jenis muffin saya suka (gaya bener kayak udah nyoba ribuan resep aja :mrgreen: ) . So far saya paling suka banana muffin dan chocolate muffin aja. Chocolatechip muffin kurang nendang buat saya, dan waktu itu coba kabocha muffin, suami doyan tapi saya malah ga suka. Gara-gara itu juga, pas liat resep blueberry lemon muffin di blog ini saya jadi agak ragu. Enak ga ya..soalnya blueberry muffin sendiri saya ga terlalu suka. Kurang greget gitu!
Tapi karena udah lama banget ga baking muffin dan saya males beli pisang, jadilah saya coba resep ini. Resep ini minta 1/2 cup blueberry, tapi di kulkas saya cuma punya stok blueberry seuprit (lagian mahal bok!) jadi ya saya pake blueberrynya cuma buat topping atasnya doang..hihihi. Sempet kepikiran diganti kismis aja dalemnya, atasnya baru blueberry. Tapi last minute gajadi. Kalo ada yg mau bikin pakai kismis, kasih tau ya berhasil atau ga πŸ˜›
Saya juga modif sedikit gulanya karena takut kurang manis. Dan ternyata bener, emang harus agak banyak gula biar ga terlalu asem!

Blueberry Lemon Muffin

for 6 muffin cups

20140123-221845.jpg

Bahan :
165 gr all-purpose flour (tepung protein sedang)
100-120 gr gula
50 ml minyak sayur
1/2 cup blueberry
Perasan dari 1/2 lemon
Parutan kulit (zest) 1/2 lemon
1 butir Telur (60g)
Sejumput garam
1 1/2 sdt baking powder
1/4 sdt baking soda (gada di resep, saya tambahin sendiri)
1/2 sdt vanilla bubuk (gada di resep, saya tambahin sendiri)
120 ml susu cair

Bahan toping :
15 gr mentega
2 sdm tepung
2 sdm gula
1/4 sdt kayu manis
Parutan kulit 1/2 lemon

Cara membuat toping :
Campurkan semua bahan dengan garpu sampai adonan berbulir. Simpan di kulkas sembari membuat adonan muffin.

Cara membuat muffin:

1. Campurkan semua bahan kering: tepung, baking powder, baking soda, vanilla, zest lemon dan aduk sampai rata.
2. dalam mangkuk lain, campurkan gula dan telur, aduk sampai tercampur. Setelah itu masukkan minyak, susu dan perasan lemon. Aduk sampai gula larut.
3. Masukkan bahan kering tadi ke dalam campuran telur, campurkan dengan spatula. Jangan aduk terlalu lama! Ini yang membuat muffin bantet. Campurkan hanya sampai tepung sudah tidak terlihat lagi.
4. Masukkan blueberry.
5. Masukkan adonan ke dalam loyang muffin yang sudah dilapisi mentega atau sudah dilapisi kertas muffin. Isi 3/4 nya.
6. Beri topping atasnya dan hiasi dengan blueberry.
7. Panggang dengan suhu 200 derajat celcius selama 5 menit, lalu turunkan suhu ke 180 derajat celsius dan panggang selama 20-25 menit.
8. Untuk mengecek apakah sudah matang atau belum, lakukan tes tusuk dgn tusuk gigi. Muffin matang bila tusuk gigi bersih dan adonan sudah tidak basah.

Rasa muffin ini segar sekali, ringan dan walaupun asam, asamnya bikin ketagihan! Udah gitu wanginya bener-bener menggiurkan! Silakan dicoba ya πŸ™‚

Advertisements

Super Fudgy Brownies

20140112-233220.jpg

Ini resep brownies paling paling favorit saya so far!
Pertama kali makan brownies itu gara-gara ibu saya yang suka bawain oleh-oleh brownies untuk keluarga. Browniesnya cenderung bertekstur kering dan lumayan nyoklat. Saya pikir itu brownies udaj paling pol enaknya (bahkan brownies merek Bandung pun kalah bagi saya!), sampe saya ketemu resep brownies ini.
Saya baca resep ini di blog JustOrdinaryKitchen dan penasaran banget kayak apa sih brownies yang atasnya kering tapi dalamnya gooey dan chewy itu?
Pas lihat resepnya ternyata gampang sekali dan ga aneh-aneh bahannya. Langsung eksekusi!
Resepnya saya modif sedikit saja bagian gulanya. Saya kurangi sampai setengah resep asli, soalnya saya ga suka yang terlalu manis :p

Super Fudgy Brownies
untuk 2 loyang ukuran 10x21x4cm

20140112-233050.jpg

Bahan :
– 120 gr butter
– 130 gr all purpose flour
– 30 gr coklat bubuk
– 1/2 sdt baking powder
– 1/2 sdt garam
– 225 DCC (dark cooking chocolate)
– 150 gr gula pasir butiran kecil
– 3 btr telur
– irisan almond

Cara membuat:

1. Ayak terigu, baking powder, garam dan coklat bubuk.
2. Tim coklat bersama dengan butter, aduk sampai tercampur rata, angkat dan sisihkan sampai tidak terlalu panas.
3. Campurkan gula, aduk sampai tercampur. Kemudian masukkan telur ke dalam coklat, aduk sampai rata tercampur.
4. Masukkan terigu dan aduk sampai tepung tidak terlihat saja, jangan mengaduk terlalu lama.
5. Tuang ke dalam loyang yang sudah diolesi mentega, dilapisi kertas roti dan diolesi mentega lagi. Ratakan atas adonan dengan spatula.
6. Panggang dalam suhu 180 derajat selama 50 menit atau sampai matang (lakukan tes tusuk, asal tidak basah lagi dan atasnya sudah terlihat shiny-nya sudah bisa diangkat. Kalau terlalu lama memanggang bisa terlalu kering)
7. Diamkan selama 30 menit sebelum diangkat dari loyang untuk dipotong.
8. Sajikan sesuai selera bisa ditambahkan dengan es krim bila ingin.

I absolutely looove this brownies!!

Klappertaart Wilton

Saya suka banget dessert yang manis dan beraroma kayu manis. Makanya pas Mimil, temen saya yang juga pemilik Rumah Kreasi Kuliner, menyarankan untuk nyoba Klappertaart Wilton, saya langsung pingin nyoba. Tapi pas liat resepnya, saya langsung down karena ada kelapa muda di resepnya dan banyak banget pula!
Tapi Mimil bilang kelapa muda bisa diganti nata de coco, dan suami saya bilang di toko bahan Indonesia ada yang jual nata de coco. Saya langsung semangat lagi!
Tantangan kedua adalah nyari tepung custard. Berhubung seumur-umur liat aja belom pernah, saya pun mulai gugling dan rajin ngecek baking section di supermarket untuk liat apa ada yang tepung custard. Dan ternyata ada, cuma namanya custard mix (γ‚«γ‚Ήγ‚ΏγƒΌγƒ‰γƒŸγƒƒγ‚―γ‚Ή). Custard mix ini sebetulnya versi instannya custard karena cuma tinggal dicampur air panas juga udah jadi. Karena saya pikir naturally ini pasti rasanya udah manis, jadi saya mengurangi gula dari resep aslinya, nambahin kayu manisnya dan bikin setengah resep aja karna yang makan cuma dua orang (padahal sih cepet banget juga abisnya! Haha).
Resep asli saya ambil dari blog Catatan Nina

Anyway, ini resepnya ya yang sudah saya modifikasi.

Klappertaart Wilton
untuk 3 loyang aluminium medium
20140112-200029.jpg

Bahan :
– 500 ml susu cair
– 25 gr tepung custard
– 25 gr tepung terigu
– 25 gr tepung maizena
– 80 gr gula pasir
– 75 gr mentega
– 3 btr kuning telur
– 200 gr nata de coco (bisa lebih sesuai selera)
– 1sdt vanilla
– 50 gr kacang kenari panggang cincang (opsional)

Untuk topping atasnya:
– 3 btr putih telur
– 2 sdm gula pasir halus
– 1 sdm tepung terigu
– kismis sesuai selera
– kacang almond
– bubuk kayu manis

Kocok putih telur, tambahkan gula sedikit sedikit dan terus kocok sampai telur kaku. Tambahkan tepung. Sisihkan.

Cara membuat :
1. Dalam panci, campurkan tepung-tepungan dengan susu dan gula. Aduk sampai larut sempurna.
2. Panaskan campuran tepung-susu dengan api sedang, aduk terus sambil dimasak sampai meletup. Aduk panci sampai dasar dan perlahan-lahan. Usahakan jangan sampai menggumpal.
Matikan api.
3. Tambahkan mentega, aduk.
4. Masukkan vanillah, aduk.
5. Masukkan telur satu persatu sambil diaduk. Pastikan telur tercampur rata sebelum memasukkan berikutnya.
6. Masukkan nata de coco dan kacang kenari.
7. Tuang ke dalam loyang 3/4 terisi.
8. Panggang dengan metode steam bake pada suhu 170 derajat celsius selama 20-25 menit. Pokoknya sampai klappertaart terlihat kokoh tapi belum matang sempurna.
9. Keluarkan dan siap dihias dengan topping.

Cara menghias topping:
1. Masukkan kocokan telur dalam piping bag
2. Semprotkan ke atas klappertaart
3. Taburi dengan bubuk kayu manis
4. Taburi kismis dan almond
5. Panggang kembali sampai topping kecoklatan.

Hidangkan klappertaart dalam keadaan dingin setelah masuk kulkas.
Rasanya uenak banget sampai saya dan suami berebut makan loyang ketiga!
Untungnya masih inget kalori, karna ini cemilan tinggi kalori dan gula, makannya jangan sampai kalap, ya! (Saya tahu ini pasti susah! Hehehe)