Telur Bistik

Masakan ini terkenal di Malaysia dan kayanya hampir semua angkringan/rumah makan yang menjual tom yam, pasti menjual telur bistik juga. Waktu saya tinggal di KL, saya cukup sering memesan menu ini di kantin kampus. Paling enak dimakan bersama tomyam. Jadi asam kuah tomyam beradu dengan saus telur bistik ini, rasanya hmmm…

Ternyata membuat telur bistik inipun mudah saja, kok. Ini saya buat ketika enggak punya banyak waktu masak. Di dalam telur bistik ini mengandung daging ayam, sayuran dan telur. Jadi cukup menjadi alternatif bagi yang bosan dengan menu yang itu-itu melulu.

Yuk, dicoba!

telor bistik

Telur Bistik 

Untuk 2-3 porsi

Bahan-bahan:

1 buah dada ayam, rebus dan potong-potong kecil
3-4 buah telur
setengah buah bawang bombay diiris tipis
sayuran beku campuran (mixed frozen vegetables) — bisa diganti dengan sayuran fresh yang dipotong kecil dan direbus sebentar terlebih dahulu
2 buah cabe rawit (bisa di-skip kalau tidak mau pedas)
3 sdm saus tomat
2 sdm saus cabai
2 sdm saus tiram
garam, gula, lada, dan kaldu bubuk secukupnya
1 sdm tepung maizena yang dicampur dgn 3 sdm air

Bumbu halus:
2 siung bawang putih
2 siung bawang merah
2 buah cabai besar

Cara membuat:
Telur:

1. rebus ayam yang telah dipotong, kemudian sisihkan. Jangan buah airnya karena akan kita gunakan nanti.
2. Campurkan telur, setengah ayam, garam, lada dan kocok bersama. Kemudian goreng. Jika memakai wajan lebar bisa sekali goreng, jika memakai wajan kecil bisa dibagi menjadi 2 kali menggoreng. Sisihkan di dalam piring.

Saus:
1. Tumis bawang bombay sampai layu, kemudian masukkan bumbu halus dan tumis sampai wangi. Masukkan saus tiram, saus cabai, saus tomat dan campurkan merata.
2. Masukkan sisa ayam. dan sayuran, tumis sebentar. Masukkan air rebusan tadi, gula, garam, kaldu bubuk dan lada. Jika ingin pedas, masukkan cabai rawit.
3. Masak sampai mendidih sambil dicicipi rasanya, tambahkan saus atau bumbu lain hingga rasa menjadi pas.
4. terakhir campurkan tepung maizena yang sudah dilarutkan ke dalam air, dan masak hingga mengental. Tingkat kekentalan terngantung kesukaan.

Penyajian:
Siramkan saus telur bistik ke atas telur yang telah dibuat dan hidangkan bersama nasi hangat.

 

Advertisements

Steak Ayam Tofu

Image

Weekend telah tiba! Hore, hore, hore! :mrgreen:

Seminggu yang lalu saya bergabung dengan page Langsung Enak di facebook yang juga ada situsnya. Seneng deh liat banyak inspirasi masakan dan kue. Apalagi kalau baca cerita membernya bagaimana mereka membuat masakan tersebut khusus untuk keluarga tercinta. Walaupun saya sekarang baru tinggal bersama suami saja, saya sudah bisa membayangkan senengnya kalau bikin masakan atau kue yang bikin anak sendiri lahap makannya. Pasti ketagihan masak!

Minggu lalu Mbak Tika alias mama Nisa, cerita tentang Nisa yang lahap banget makan hambagu buatan sang Mama. Pas cerita Mbak Tika keliatan berseri-seri gitu, duh jadi ikutan seneng, deh. Makanya jadi terpikir, mumpung sekarang belom riweh dan masih banyak waktu, kalau bisa mau praktek bikin masakan yang aneh-aneh sebanyak-banyaknya!

Nah, semingguan ini juga Langsung Enak isinya update tentang steak tempe. Bikin ngiler banget, apalagi saya ini penggemar tempe kelas berat. Tapi berhubung disini tempe mahalnya ngalahin daging, apalagi sekarang udah masuk tanggal tua dan demi menghabiskan bahan makanan di dalam freezer, saya cari-cari cara buat bikin makanan yang agak sama tapi bukan hambagu lagi. Akhirnya setelah baca-baca, saya berniat mempraktekkan resep dari salah satu blog favorit saya yaitu blog Nami-san. Resepnya adalah Chicken Tofu steak. Kebetulan ada sisa ayam cincang dari bikin siomay waktu itu. Akhirnya siap dieksekusi. Saya modifikasi sedikit dari resep asli juga memakai saus yang saya pakai di resep hambagu dulu.

Steak Ayam Tofu

untuk 2-3 porsi

Bahan:

  • 200 gr tahu putih (jangan pakai tahu sutera), tiriskan lalu hancurkan dgn garpu
  • 250 gr ayam cincang
  • 3 buah shitake, cincang
  • 1 cm jahe, cincang (bagi anak-anak yg kurang suka, boleh diskip, ganti dgn 1 shitake)
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 1 butir kuning telur
  • 1 sdm maizena

Bahan bumbu-bumbu:

  • 1 sdm maizena
  • 1 sdt minyak wijen
  • 1/2 sdt shoyu (atau kecap asin)
  • sejumput garam
  • sejumput kaldu bubuk rasa ayam
  • sejumput lada hitam

Bahan saus :

  • 1/2 sdm butter
  • air 80 ml
  • 1 sdm maizena dicairkan dgn air
  • 2 sdm pasta black pepper (opsional)
  • sejumput lada hitam
  • 4 sdm kecap inggris
  • 3 sdm saus tomat
  • 1 sdt gula
  • sejumput kaldu bubuk rasa ayam

Cara pembuatan:

    1. di dalam mangkuk besar, campurkan shitake, daging ayam, daun bawang, jahe, tepung, telur, dan tahu putih. Uleni sebentar dengan tangan.
    2. masukkan semua bahan bumbu lalu aduk kembali dengan tangan.
    3. ambil adonan sekepalan tangan (jangan terlalu banyak), lalu bulatkan.
    4. main lempar tangkap (lemparkan adonan dari satu tangan ke tangan lainnya) selama lima kali, untuk membuang udara di dalam adonan, kemudian bulatkan (jangan dibentuk pipih dulu). lakukan sampai adonan habis

20140201-221125.jpg

    1. masukkan adonan ke dalam 1 sdm minyak yang telah dipanaskan. Setelah adonan ditaruh di wajan, pipihkan dengan dua ruas jari hingga membentuk patty.
    2. Goreng selama 5 menit tanpa dibalik dgn api sedang, balik adonan ketika sudah kecoklatan.

20140201-220946.jpg

  1. setelah dibalik, turunkan api dan goreng selama 10 menit atau sampai adonan sudah coklat keemasan.

Cara membuat Saus:

  1. di dalam panci kecil, campurkan semua bahan kecuali butter. kemudian didihkan.
  2. ketika sudah agak mendidih, masukkan butter dan aduk terus.
  3. setelah benar-benar mendidih, cicipi dulu dan tambahkan apa yang kurang sampai terasa pas.
  4. terakhir, masukkan cairan maizena dan masak sampai mengental.
  5. tuang saus diatas steak.

Image

Steak bisa dihidangkan dengan sayuran atau salad kesukaan dan kentang goreng atau bahkan nasi. Kalau suami saya jelas ga bisa makan steak ini tanpa nasi. Lebih enak sih memang! hihihi.

Untuk teksturnya sendiri, steak ini lebih terasa ringan dan ga “ndaging” banget. Cocok buat yang mau diet. Juga ada distinguished taste dari jamur shitake dan jahe. Tapi karena jahenya terasa kuat, saya pikir mungkin anak-anak kurang suka ya. Yah, bisa diskip, kok. Waktu saya tanya suami, dia lebih suka hambagu atau yang ini, tentu saja dia bilang dua-duanya! Jadi kalau pernah bikin hambagu, saya cukup yakin bakal suka juga dengan resep yang ini…*yakin amat* :mrgreen:

Anyway, selamat hari Sabtu semua dan selamat makan!

Image

Tentang Dunia Perbumbu-an

Saya ini aslinya ga pernah dan ga suka masak. Tapi sejak tinggal di negara orang yang makanan halal-nya susah didapat, mau ga mau masak udah jadi kewajiban. Terutama sejak nikah, demi menghemat pengeluaran (ya iyalah, masak mau beli di luar terus?), masak jadi kegiatan harian yang kadang saya kangenin, kadang saya benci. Yeah, it`s kind of love-hate relationship thingy that I had with cooking. Bikin sebelnya itu kalo mau nyoba resep baru tapi ada beberapa bahan yang ga ada di stok dapur. Atau lebih buruk lagi, ga ada yang jual karena eksotis (misalnya rempah aneh-aneh). Waktu pertama kali pindah ke apartemen kecil suami ini, di dapurnya cuma ada bumbu basic kayak garam-gula-kecap-saos tiram. Lada aja dia ga punya! Jadi terbatas sekali masakan yang bisa saya bikin.

Along the way, karena saya akhirnya sering nyoba resep baru, mau ga mau satu persatu bumbu pun terkumpul. Karena saya tinggal di Jepang, hunting bumbu ini ga bisa saya lakukan sendirian, kudu bareng suami. Karena saya harus mastiin bumbu yang saya beli ga mengandung bahan-bahan seperti babi, gelatin atau shortening dari hewan. Saya bisa sih baca kanji babi (豚) atau katakana gelatin (ゼラチン) dan shortening (ショートニング), tapi kadang ada bahan yang `tricky` dan untuk mastiin saya mending bawa suami saya aja.

Anyway, ini beberapa koleksi saus yang udah saya koleksi so far.

1. Kecap Inggris atau Worcestershire Sauce (ウスターソース)

20140127-013350.jpg

Masakan Jepang biasanya pakai shoyu atau Tonkatsu sauce. Seperti takoyaki atau okonomiyaki, walaupun masakannya tidak ada daging babi-nya, tapi sausnya itu kebanyakan terbuat dari campuran tonkatsu sauce. Ini jelas saya ga mungkin pakai, karena tonkatsu sauce itu terbuat dari babi. Biasanya subtitusi dari tonkatsu sauce adalah kecap inggris. Nah, ini juga perlu diwaspadai. Kecap inggris di Indonesia mungkin `aman`, tapi di Jepang, beberapa mengandung Babi juga. Jadi harus pilih-pilih dan lihat ingredients-nya.

Ini yang saya biasa pakai di rumah.

Saya beli di AEON seharga 98 yen (kalau ga salah).

2. Saus Tiram

Sama dengan Kecap Inggris, memilih saus tiram juga harus lihat ingredients list-nya. Ini yang saya pakai.

Merek-nya CookDo, harganya saya lupa, mungkin sekitar 150-200 an yen.

20140127-013621.jpg
3. Kecap ikan

20140127-013717.jpg
Dari baca-baca, katanya kecap ikan yang enak itu yang buatan Thailand. Makanya saya khusus cari di toko barang impor Kaldi. Dapet juga, dan yang paling nyenengin adalah kecap ikan ini ada lambang halal-nya. Yihaa!
4. Saus Pizza

20140127-013938.jpg
Sebetulnya bisa banget bikin saus pizza sendiri. Tapi seringnya males banget, dan akhirnya milih pake yang udah bungkusan gini. Walaupun gitu ini agak kurang nendang, jadi saya tambahin saus tomat, basil, oregano dan saus cabe lagi. Yaaa ga instan-instan amat lah ya…hihihi. Yang ini merk Kagome. Harganya 200-an kalau ga salah deh.
5. Minyak wijen

20140127-014153.jpg
Seumur-umur baru sekali beli minyak wijen! Soalnya di rumah saya sendiri kayanya hampir ga pernah pakai. Ternyata winyak wijen itu rahasia untuk masakan yang beraroma ya. Mulai dari Tori Karaage sampai tumisan biasa, minyak wijen bikin rasa masakan khas sekali. Saya jadi suka! Hehe. Ini dibeli di Daiso alias hyaku-en shop (百円)Toko barang seratus-an. Karena kiranya cuma butuh dikit jadi beli yg kecil. Lumayan hemat pemakaiannya kok :p
6. Shoyu

20140127-014554.jpg
Ini rahasia masakan Jepang selain mirin. Shoyu sebetulnya kecap asin, tapi komposisinya sedikit berbeda dari kecap asin biasa. Katanya sih karena mengandung alkohol. Tapi ada juga yang non-alkohol kok. Cuma yang saya beli saya gatau, maklum pas beli ga bareng suami, asal ambil aja…hahaha.
Ntar kalau udah habis insya Allah cari yang non-alkohol deh 🙂

Anyway, itulah koleksi di dapur saya so far. Masih ada beberapa bumbu yang saya pengen cobain kayak Shio Koji (塩麹) yaitu malt yang difermentasi bersama dengan garam dan menghasilkan rasa umami yang enak. Aduh dengernya aja bikin penasaran! Waktu itu saking penasarannya saya beli ikan salmon yang udah dilumurin shio koji. Pas saya panggang, bener lho, rasanya enak!
Masih banyak lagi bumbu Jepang yang saya pengen eksplorasi. Terutama acar-acaran. Sejauh ini cuma coba fukujinsuke, benishoga dan kimchi. Mungkin next time saya bikin postingan khusus 漬物 (tsukemono) alias acar Jepang, ya.

Yah, ditunggu saja! :mrgreen:

Tori Karaage

Lagi kangen sama masakan shokudo (kantin) kampus yang sebetulnya itu-itu melulu dan sering saya protes jaman dulu, tapi lha pas udah jauh kok ya ngangenin? Masakannya sih simpel banget, yaitu ayam goreng tepung-nya Jepang alias Tori Karaage.

Image

Apa sih yang membedakan ayam goreng tepung biasa dengan karaage? Kalau buat saya, yang paling distinguished itu adalah rasa dan aroma campuran antara jahe dan minyak wijen di dalam daging ayamnya. Itu yang paling beda dan terasa spesial makan karaage dari ayam goreng tepung biasa. Pada proses pembuatannya sendiri juga sedikit berbeda karena dagingnya di-ungkep (marinated) dulu selama 1-4 jam (saya kemarin lebih) baru ketika akan digoreng dicampurkan tepung saja (bukan dicelupkan ke telur lalu ke tepung). Selama ini yang bikin saya males banget bikin ayam goreng tepung itu proses celup-mencelupnya, karena tangan belepotan kemana-mana. Tapi ketika membuat tori karaage ini terasa simpel sekali karena ayam bisa didiamkan dan kita tinggal melakukan aktivitas lain, ketika lapar tinggal goreng (tanpa celap-celup pastinya). Saya jadi berpikir untuk membuat tori karaage ini sebagai resep cepat saya kalau sedang sibuk dan ga sempat menyiapkan lauk. Soalnya menggorengnya pun cukup cepat lho!  Oya, pada resep ini tepung pelapis yang digunakan adalah Potato starch. Kalau di Jepang, tepung kanji agak sulit ditemukan, justru adanya potato starch. Nah saya gatau kalau di Indonesia mudah ga sih nemu potato starch? Saran saya, walaupun mirip, tapi jangan diganti tepung kanji ya. Pengalaman saya tepung kanji agak alot kalau digoreng soalnya. Opsi terbaik adalah diganti dengan tepung maizena,

Anyway, resep asli saya ambil dari blog JustOneCookBook, di blog itu banyak resep masakan Jepang yang mudah-mudah lho. Resep ini saya modifikasi sedikit karena menurut saya bumbu perendamnya kurang nendang (lidah orang Jepang soalnya kurang suka bumbu sih..hehe).

Tori Karaage

untuk 4 porsi

Bahan;

  • 300 gr daging ayam tanpa tulang, potong 2 cm
  • 1/4 cup potato starch atau tepunf maizena (atau lebihkan sesuai keinginan)
  • minyak untuk menggoreng

Bahan bumbu perendam:

  • 1/4 bawang bombay diparut
  • 2 cm jahe diparut
  • 2 sdm soyu
  • 1 1/2 sdm minyak wijen (saya lebihkan karena saya suka yang wangi, kalau kurang suka boleh 1 sdm saja)
  • sejumput garam (pengalaman saya agak kurang asin, jadi jangan terlalu sedikit)
  • sejumput lada hitam
  • 1 kuning telur
  • 1 1/2 sdm gula (untuk menggantikan sake dari resep asli)
  • sejumput bumbu penyedap rasa ayam (boleh diskip)
  • 3 siung bawang putih cincang halus

Cara Membuat:

  1. campurkan semua bumbu perendam dan masukkan ke dalam kantong plastik lebar
  2. lalu masukkan ayam dan campurkan bumbu bersama ayam dengan cara meremas kantong plastik sampai ayam tercampur rata dengan bumbu.
  3. Diamkan ayam di dalam kulkas selama minimal 1 jam atau lebih.
  4. keluarkan ayam ketika akan digoreng dan panaskan minyak kira-kira sampai 160-170 derajat celsius
  5.  pindahkan ayam ke mangkuk dan campurkan dengan tepung kentang. Tidak perlu tercampur rata pun tidak apa-apa
  6. goreng ayam selama 90 detik, angkat, tiriskan selama 4 menit untuk mengurangi serapan minyak baru kemudian goreng lagi sampai keemasan.
  7. ayam siap dihidangkan dengan sedikit perasan lemon atau salad kesukaan.

Image

Itadakimasu!

Hayashi Rice

Sebetulnya tadinya pengen makan kare rice. Tapi udah nyari setengah mati roux curry yang non babi dan non hewan lain, kok ya ga nemu. Eh pas lagi liat-liat, nemu roux hayashi rice yang free animal! Bentuknya sih mirip kare rice, langsung deh pengen coba!
20140124-123847.jpg

Hayashi rice itu apa sih?
Ini masakan Jepang yang sebetulnya adaptasi dari masakan barat. Sama lah kasusnya kaya Hambagu. Tapi beda dari hambagu yang namanya berunsur barat, hayashi rice terdengar sangat jepang, ya? Hayashi sendiri katanya sih berasal dari kata “hashed beef”. Emang hayashi rice lebih sering menggunakan daging sapi daripada daging lain. Tapi berhubung di freezer saya adanya daging ayam, kali ini saya bikin chicken hayashi rice aja dulu deh..hehe.

Saya juga pakai jamur shimeji dan masukin kentang wortel tetep ada sayurnya. Serat nomer satu lah!
Pas lagi bikin ini saya juga jadi inget tiap makan kare rice di kantin kampus dulu, selalu ada acar merah gitu, pas gugling ternyata namanya fukujinsuke. Pas upload foto di fesbuk dikomentarin sama teman Jepang kalau menghidangkan hayashi rice dengan fukujinsuke itu cara orang Jepang banget. Ya iyalah, mumpung bisa dicari, I am going all out! :mrgreen:

20140124-123911.jpg

Hayashi Rice
untuk 4-6 porsi
br />20140124-013325.jpg

Bahan:
200 gr ayam / daging sapi, potong dadu
1/2 bombay
Jamur shimeji (bisa di skip)
1/2 wortel potong tipis
1 kentang potong 2 cm
Sejumput garam
Lada
Bubuk cabe (opsional)
Air 600ml
Hayashi roux 1/2 (untuk porsi 5-6)

Pelengkap:
Telur rebus
Fukujinsuke
Nasi

Cara membuat:
1. Tumis bombay sampai layu.
2. Masukkan daging dan tumis bersama sampai daging setengah matang
3. Masukkan air, rebus selama 20 menit dgn api kecil
5. Masukkan kentang, masak selama 5 menit
4. Masukkan roux dan aduk sampai roux meleleh rata
5. Masukkan juga jamur dan wortel, masak lagi selama 15 menit tergantung tingkay kekentalan yg disukai (semakin lama semakin kental). Tambahkan lada bubuk cabe dan garam secukupnya.
6. Hidangkan bersama nasi, telur rebus dan fukujinsuke bila suka.

Rasanya Hayashi rice ini sedikit berbeda dari kare. Tidak terlalu rempah tapi tetap enak lho..nyam! Nyam!

Yakisoba

Barusan coba resep Yakisoba ini gara-gara penasaran rasanya Yakisoba kayak apa. Habis tiap mau beli pasti aja diwanti sama suami kalau yakisoba biasanya ada babinya.
Pas liat-liat ternyata bahannya punya semua, jadi bikin deh!
Pas udah jadi ternyata rasanya enak. Dalam 5 menit kami menghabiskan sepiring besar Yakisoba. Suami sampe nanya masih ada sisa ga buat sarapan besok. Walah, boro-boro sarapan, udah ludes duluan 😆

Bikinnya gampang sekali, lho.

Yakisoba
untuk dua porsi

20140121-220036.jpg

Bahan:

300-400 g mie basah
3 lembar daun kubis
1/2 daun bawang
50 g daging sapi/ayam/udang
2 buah jamur shitake
1/2 wortel potong tipis
1/4 bawang bombay
Sejumput lada hitam

Bahan saus :
5 sdm kecap inggris (ウスターソース)
5 sdt saus tiram (オイスターソース)
2 1/2 sdt saus tomat
2 1/2 sdt shoyu
2 1/2 sdt gula

Campurkan jadi satu dalam mangkuk kecil.

Cara Pembuatan:

1. Tumis daging sampai matang
2. Masukkan bawang bombay dan masak sampai layu
3. Masukkan sayuran, 2 sdm saus, sejumput lada hitam dan tumis sampai layu
4. Masukkan mie basah dan sisa saus. Aduk rata dan masak sampai semua matang. Cicipi dan tambahi garam/gula bila kurang.
5. Sajikan dengan acar jahe merah bila suka.

Klappertaart Wilton

Saya suka banget dessert yang manis dan beraroma kayu manis. Makanya pas Mimil, temen saya yang juga pemilik Rumah Kreasi Kuliner, menyarankan untuk nyoba Klappertaart Wilton, saya langsung pingin nyoba. Tapi pas liat resepnya, saya langsung down karena ada kelapa muda di resepnya dan banyak banget pula!
Tapi Mimil bilang kelapa muda bisa diganti nata de coco, dan suami saya bilang di toko bahan Indonesia ada yang jual nata de coco. Saya langsung semangat lagi!
Tantangan kedua adalah nyari tepung custard. Berhubung seumur-umur liat aja belom pernah, saya pun mulai gugling dan rajin ngecek baking section di supermarket untuk liat apa ada yang tepung custard. Dan ternyata ada, cuma namanya custard mix (カスタードミックス). Custard mix ini sebetulnya versi instannya custard karena cuma tinggal dicampur air panas juga udah jadi. Karena saya pikir naturally ini pasti rasanya udah manis, jadi saya mengurangi gula dari resep aslinya, nambahin kayu manisnya dan bikin setengah resep aja karna yang makan cuma dua orang (padahal sih cepet banget juga abisnya! Haha).
Resep asli saya ambil dari blog Catatan Nina

Anyway, ini resepnya ya yang sudah saya modifikasi.

Klappertaart Wilton
untuk 3 loyang aluminium medium
20140112-200029.jpg

Bahan :
– 500 ml susu cair
– 25 gr tepung custard
– 25 gr tepung terigu
– 25 gr tepung maizena
– 80 gr gula pasir
– 75 gr mentega
– 3 btr kuning telur
– 200 gr nata de coco (bisa lebih sesuai selera)
– 1sdt vanilla
– 50 gr kacang kenari panggang cincang (opsional)

Untuk topping atasnya:
– 3 btr putih telur
– 2 sdm gula pasir halus
– 1 sdm tepung terigu
– kismis sesuai selera
– kacang almond
– bubuk kayu manis

Kocok putih telur, tambahkan gula sedikit sedikit dan terus kocok sampai telur kaku. Tambahkan tepung. Sisihkan.

Cara membuat :
1. Dalam panci, campurkan tepung-tepungan dengan susu dan gula. Aduk sampai larut sempurna.
2. Panaskan campuran tepung-susu dengan api sedang, aduk terus sambil dimasak sampai meletup. Aduk panci sampai dasar dan perlahan-lahan. Usahakan jangan sampai menggumpal.
Matikan api.
3. Tambahkan mentega, aduk.
4. Masukkan vanillah, aduk.
5. Masukkan telur satu persatu sambil diaduk. Pastikan telur tercampur rata sebelum memasukkan berikutnya.
6. Masukkan nata de coco dan kacang kenari.
7. Tuang ke dalam loyang 3/4 terisi.
8. Panggang dengan metode steam bake pada suhu 170 derajat celsius selama 20-25 menit. Pokoknya sampai klappertaart terlihat kokoh tapi belum matang sempurna.
9. Keluarkan dan siap dihias dengan topping.

Cara menghias topping:
1. Masukkan kocokan telur dalam piping bag
2. Semprotkan ke atas klappertaart
3. Taburi dengan bubuk kayu manis
4. Taburi kismis dan almond
5. Panggang kembali sampai topping kecoklatan.

Hidangkan klappertaart dalam keadaan dingin setelah masuk kulkas.
Rasanya uenak banget sampai saya dan suami berebut makan loyang ketiga!
Untungnya masih inget kalori, karna ini cemilan tinggi kalori dan gula, makannya jangan sampai kalap, ya! (Saya tahu ini pasti susah! Hehehe)