Steak Ayam Tofu

Image

Weekend telah tiba! Hore, hore, hore! :mrgreen:

Seminggu yang lalu saya bergabung dengan page Langsung Enak di facebook yang juga ada situsnya. Seneng deh liat banyak inspirasi masakan dan kue. Apalagi kalau baca cerita membernya bagaimana mereka membuat masakan tersebut khusus untuk keluarga tercinta. Walaupun saya sekarang baru tinggal bersama suami saja, saya sudah bisa membayangkan senengnya kalau bikin masakan atau kue yang bikin anak sendiri lahap makannya. Pasti ketagihan masak!

Minggu lalu Mbak Tika alias mama Nisa, cerita tentang Nisa yang lahap banget makan hambagu buatan sang Mama. Pas cerita Mbak Tika keliatan berseri-seri gitu, duh jadi ikutan seneng, deh. Makanya jadi terpikir, mumpung sekarang belom riweh dan masih banyak waktu, kalau bisa mau praktek bikin masakan yang aneh-aneh sebanyak-banyaknya!

Nah, semingguan ini juga Langsung Enak isinya update tentang steak tempe. Bikin ngiler banget, apalagi saya ini penggemar tempe kelas berat. Tapi berhubung disini tempe mahalnya ngalahin daging, apalagi sekarang udah masuk tanggal tua dan demi menghabiskan bahan makanan di dalam freezer, saya cari-cari cara buat bikin makanan yang agak sama tapi bukan hambagu lagi. Akhirnya setelah baca-baca, saya berniat mempraktekkan resep dari salah satu blog favorit saya yaitu blog Nami-san. Resepnya adalah Chicken Tofu steak. Kebetulan ada sisa ayam cincang dari bikin siomay waktu itu. Akhirnya siap dieksekusi. Saya modifikasi sedikit dari resep asli juga memakai saus yang saya pakai di resep hambagu dulu.

Steak Ayam Tofu

untuk 2-3 porsi

Bahan:

  • 200 gr tahu putih (jangan pakai tahu sutera), tiriskan lalu hancurkan dgn garpu
  • 250 gr ayam cincang
  • 3 buah shitake, cincang
  • 1 cm jahe, cincang (bagi anak-anak yg kurang suka, boleh diskip, ganti dgn 1 shitake)
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 1 butir kuning telur
  • 1 sdm maizena

Bahan bumbu-bumbu:

  • 1 sdm maizena
  • 1 sdt minyak wijen
  • 1/2 sdt shoyu (atau kecap asin)
  • sejumput garam
  • sejumput kaldu bubuk rasa ayam
  • sejumput lada hitam

Bahan saus :

  • 1/2 sdm butter
  • air 80 ml
  • 1 sdm maizena dicairkan dgn air
  • 2 sdm pasta black pepper (opsional)
  • sejumput lada hitam
  • 4 sdm kecap inggris
  • 3 sdm saus tomat
  • 1 sdt gula
  • sejumput kaldu bubuk rasa ayam

Cara pembuatan:

    1. di dalam mangkuk besar, campurkan shitake, daging ayam, daun bawang, jahe, tepung, telur, dan tahu putih. Uleni sebentar dengan tangan.
    2. masukkan semua bahan bumbu lalu aduk kembali dengan tangan.
    3. ambil adonan sekepalan tangan (jangan terlalu banyak), lalu bulatkan.
    4. main lempar tangkap (lemparkan adonan dari satu tangan ke tangan lainnya) selama lima kali, untuk membuang udara di dalam adonan, kemudian bulatkan (jangan dibentuk pipih dulu). lakukan sampai adonan habis

20140201-221125.jpg

    1. masukkan adonan ke dalam 1 sdm minyak yang telah dipanaskan. Setelah adonan ditaruh di wajan, pipihkan dengan dua ruas jari hingga membentuk patty.
    2. Goreng selama 5 menit tanpa dibalik dgn api sedang, balik adonan ketika sudah kecoklatan.

20140201-220946.jpg

  1. setelah dibalik, turunkan api dan goreng selama 10 menit atau sampai adonan sudah coklat keemasan.

Cara membuat Saus:

  1. di dalam panci kecil, campurkan semua bahan kecuali butter. kemudian didihkan.
  2. ketika sudah agak mendidih, masukkan butter dan aduk terus.
  3. setelah benar-benar mendidih, cicipi dulu dan tambahkan apa yang kurang sampai terasa pas.
  4. terakhir, masukkan cairan maizena dan masak sampai mengental.
  5. tuang saus diatas steak.

Image

Steak bisa dihidangkan dengan sayuran atau salad kesukaan dan kentang goreng atau bahkan nasi. Kalau suami saya jelas ga bisa makan steak ini tanpa nasi. Lebih enak sih memang! hihihi.

Untuk teksturnya sendiri, steak ini lebih terasa ringan dan ga “ndaging” banget. Cocok buat yang mau diet. Juga ada distinguished taste dari jamur shitake dan jahe. Tapi karena jahenya terasa kuat, saya pikir mungkin anak-anak kurang suka ya. Yah, bisa diskip, kok. Waktu saya tanya suami, dia lebih suka hambagu atau yang ini, tentu saja dia bilang dua-duanya! Jadi kalau pernah bikin hambagu, saya cukup yakin bakal suka juga dengan resep yang ini…*yakin amat* :mrgreen:

Anyway, selamat hari Sabtu semua dan selamat makan!

Image

Advertisements

Tentang Dunia Perbumbu-an

Saya ini aslinya ga pernah dan ga suka masak. Tapi sejak tinggal di negara orang yang makanan halal-nya susah didapat, mau ga mau masak udah jadi kewajiban. Terutama sejak nikah, demi menghemat pengeluaran (ya iyalah, masak mau beli di luar terus?), masak jadi kegiatan harian yang kadang saya kangenin, kadang saya benci. Yeah, it`s kind of love-hate relationship thingy that I had with cooking. Bikin sebelnya itu kalo mau nyoba resep baru tapi ada beberapa bahan yang ga ada di stok dapur. Atau lebih buruk lagi, ga ada yang jual karena eksotis (misalnya rempah aneh-aneh). Waktu pertama kali pindah ke apartemen kecil suami ini, di dapurnya cuma ada bumbu basic kayak garam-gula-kecap-saos tiram. Lada aja dia ga punya! Jadi terbatas sekali masakan yang bisa saya bikin.

Along the way, karena saya akhirnya sering nyoba resep baru, mau ga mau satu persatu bumbu pun terkumpul. Karena saya tinggal di Jepang, hunting bumbu ini ga bisa saya lakukan sendirian, kudu bareng suami. Karena saya harus mastiin bumbu yang saya beli ga mengandung bahan-bahan seperti babi, gelatin atau shortening dari hewan. Saya bisa sih baca kanji babi (豚) atau katakana gelatin (ゼラチン) dan shortening (ショートニング), tapi kadang ada bahan yang `tricky` dan untuk mastiin saya mending bawa suami saya aja.

Anyway, ini beberapa koleksi saus yang udah saya koleksi so far.

1. Kecap Inggris atau Worcestershire Sauce (ウスターソース)

20140127-013350.jpg

Masakan Jepang biasanya pakai shoyu atau Tonkatsu sauce. Seperti takoyaki atau okonomiyaki, walaupun masakannya tidak ada daging babi-nya, tapi sausnya itu kebanyakan terbuat dari campuran tonkatsu sauce. Ini jelas saya ga mungkin pakai, karena tonkatsu sauce itu terbuat dari babi. Biasanya subtitusi dari tonkatsu sauce adalah kecap inggris. Nah, ini juga perlu diwaspadai. Kecap inggris di Indonesia mungkin `aman`, tapi di Jepang, beberapa mengandung Babi juga. Jadi harus pilih-pilih dan lihat ingredients-nya.

Ini yang saya biasa pakai di rumah.

Saya beli di AEON seharga 98 yen (kalau ga salah).

2. Saus Tiram

Sama dengan Kecap Inggris, memilih saus tiram juga harus lihat ingredients list-nya. Ini yang saya pakai.

Merek-nya CookDo, harganya saya lupa, mungkin sekitar 150-200 an yen.

20140127-013621.jpg
3. Kecap ikan

20140127-013717.jpg
Dari baca-baca, katanya kecap ikan yang enak itu yang buatan Thailand. Makanya saya khusus cari di toko barang impor Kaldi. Dapet juga, dan yang paling nyenengin adalah kecap ikan ini ada lambang halal-nya. Yihaa!
4. Saus Pizza

20140127-013938.jpg
Sebetulnya bisa banget bikin saus pizza sendiri. Tapi seringnya males banget, dan akhirnya milih pake yang udah bungkusan gini. Walaupun gitu ini agak kurang nendang, jadi saya tambahin saus tomat, basil, oregano dan saus cabe lagi. Yaaa ga instan-instan amat lah ya…hihihi. Yang ini merk Kagome. Harganya 200-an kalau ga salah deh.
5. Minyak wijen

20140127-014153.jpg
Seumur-umur baru sekali beli minyak wijen! Soalnya di rumah saya sendiri kayanya hampir ga pernah pakai. Ternyata winyak wijen itu rahasia untuk masakan yang beraroma ya. Mulai dari Tori Karaage sampai tumisan biasa, minyak wijen bikin rasa masakan khas sekali. Saya jadi suka! Hehe. Ini dibeli di Daiso alias hyaku-en shop (百円)Toko barang seratus-an. Karena kiranya cuma butuh dikit jadi beli yg kecil. Lumayan hemat pemakaiannya kok :p
6. Shoyu

20140127-014554.jpg
Ini rahasia masakan Jepang selain mirin. Shoyu sebetulnya kecap asin, tapi komposisinya sedikit berbeda dari kecap asin biasa. Katanya sih karena mengandung alkohol. Tapi ada juga yang non-alkohol kok. Cuma yang saya beli saya gatau, maklum pas beli ga bareng suami, asal ambil aja…hahaha.
Ntar kalau udah habis insya Allah cari yang non-alkohol deh 🙂

Anyway, itulah koleksi di dapur saya so far. Masih ada beberapa bumbu yang saya pengen cobain kayak Shio Koji (塩麹) yaitu malt yang difermentasi bersama dengan garam dan menghasilkan rasa umami yang enak. Aduh dengernya aja bikin penasaran! Waktu itu saking penasarannya saya beli ikan salmon yang udah dilumurin shio koji. Pas saya panggang, bener lho, rasanya enak!
Masih banyak lagi bumbu Jepang yang saya pengen eksplorasi. Terutama acar-acaran. Sejauh ini cuma coba fukujinsuke, benishoga dan kimchi. Mungkin next time saya bikin postingan khusus 漬物 (tsukemono) alias acar Jepang, ya.

Yah, ditunggu saja! :mrgreen:

Tori Karaage

Lagi kangen sama masakan shokudo (kantin) kampus yang sebetulnya itu-itu melulu dan sering saya protes jaman dulu, tapi lha pas udah jauh kok ya ngangenin? Masakannya sih simpel banget, yaitu ayam goreng tepung-nya Jepang alias Tori Karaage.

Image

Apa sih yang membedakan ayam goreng tepung biasa dengan karaage? Kalau buat saya, yang paling distinguished itu adalah rasa dan aroma campuran antara jahe dan minyak wijen di dalam daging ayamnya. Itu yang paling beda dan terasa spesial makan karaage dari ayam goreng tepung biasa. Pada proses pembuatannya sendiri juga sedikit berbeda karena dagingnya di-ungkep (marinated) dulu selama 1-4 jam (saya kemarin lebih) baru ketika akan digoreng dicampurkan tepung saja (bukan dicelupkan ke telur lalu ke tepung). Selama ini yang bikin saya males banget bikin ayam goreng tepung itu proses celup-mencelupnya, karena tangan belepotan kemana-mana. Tapi ketika membuat tori karaage ini terasa simpel sekali karena ayam bisa didiamkan dan kita tinggal melakukan aktivitas lain, ketika lapar tinggal goreng (tanpa celap-celup pastinya). Saya jadi berpikir untuk membuat tori karaage ini sebagai resep cepat saya kalau sedang sibuk dan ga sempat menyiapkan lauk. Soalnya menggorengnya pun cukup cepat lho!  Oya, pada resep ini tepung pelapis yang digunakan adalah Potato starch. Kalau di Jepang, tepung kanji agak sulit ditemukan, justru adanya potato starch. Nah saya gatau kalau di Indonesia mudah ga sih nemu potato starch? Saran saya, walaupun mirip, tapi jangan diganti tepung kanji ya. Pengalaman saya tepung kanji agak alot kalau digoreng soalnya. Opsi terbaik adalah diganti dengan tepung maizena,

Anyway, resep asli saya ambil dari blog JustOneCookBook, di blog itu banyak resep masakan Jepang yang mudah-mudah lho. Resep ini saya modifikasi sedikit karena menurut saya bumbu perendamnya kurang nendang (lidah orang Jepang soalnya kurang suka bumbu sih..hehe).

Tori Karaage

untuk 4 porsi

Bahan;

  • 300 gr daging ayam tanpa tulang, potong 2 cm
  • 1/4 cup potato starch atau tepunf maizena (atau lebihkan sesuai keinginan)
  • minyak untuk menggoreng

Bahan bumbu perendam:

  • 1/4 bawang bombay diparut
  • 2 cm jahe diparut
  • 2 sdm soyu
  • 1 1/2 sdm minyak wijen (saya lebihkan karena saya suka yang wangi, kalau kurang suka boleh 1 sdm saja)
  • sejumput garam (pengalaman saya agak kurang asin, jadi jangan terlalu sedikit)
  • sejumput lada hitam
  • 1 kuning telur
  • 1 1/2 sdm gula (untuk menggantikan sake dari resep asli)
  • sejumput bumbu penyedap rasa ayam (boleh diskip)
  • 3 siung bawang putih cincang halus

Cara Membuat:

  1. campurkan semua bumbu perendam dan masukkan ke dalam kantong plastik lebar
  2. lalu masukkan ayam dan campurkan bumbu bersama ayam dengan cara meremas kantong plastik sampai ayam tercampur rata dengan bumbu.
  3. Diamkan ayam di dalam kulkas selama minimal 1 jam atau lebih.
  4. keluarkan ayam ketika akan digoreng dan panaskan minyak kira-kira sampai 160-170 derajat celsius
  5.  pindahkan ayam ke mangkuk dan campurkan dengan tepung kentang. Tidak perlu tercampur rata pun tidak apa-apa
  6. goreng ayam selama 90 detik, angkat, tiriskan selama 4 menit untuk mengurangi serapan minyak baru kemudian goreng lagi sampai keemasan.
  7. ayam siap dihidangkan dengan sedikit perasan lemon atau salad kesukaan.

Image

Itadakimasu!

Hayashi Rice

Sebetulnya tadinya pengen makan kare rice. Tapi udah nyari setengah mati roux curry yang non babi dan non hewan lain, kok ya ga nemu. Eh pas lagi liat-liat, nemu roux hayashi rice yang free animal! Bentuknya sih mirip kare rice, langsung deh pengen coba!
20140124-123847.jpg

Hayashi rice itu apa sih?
Ini masakan Jepang yang sebetulnya adaptasi dari masakan barat. Sama lah kasusnya kaya Hambagu. Tapi beda dari hambagu yang namanya berunsur barat, hayashi rice terdengar sangat jepang, ya? Hayashi sendiri katanya sih berasal dari kata “hashed beef”. Emang hayashi rice lebih sering menggunakan daging sapi daripada daging lain. Tapi berhubung di freezer saya adanya daging ayam, kali ini saya bikin chicken hayashi rice aja dulu deh..hehe.

Saya juga pakai jamur shimeji dan masukin kentang wortel tetep ada sayurnya. Serat nomer satu lah!
Pas lagi bikin ini saya juga jadi inget tiap makan kare rice di kantin kampus dulu, selalu ada acar merah gitu, pas gugling ternyata namanya fukujinsuke. Pas upload foto di fesbuk dikomentarin sama teman Jepang kalau menghidangkan hayashi rice dengan fukujinsuke itu cara orang Jepang banget. Ya iyalah, mumpung bisa dicari, I am going all out! :mrgreen:

20140124-123911.jpg

Hayashi Rice
untuk 4-6 porsi
br />20140124-013325.jpg

Bahan:
200 gr ayam / daging sapi, potong dadu
1/2 bombay
Jamur shimeji (bisa di skip)
1/2 wortel potong tipis
1 kentang potong 2 cm
Sejumput garam
Lada
Bubuk cabe (opsional)
Air 600ml
Hayashi roux 1/2 (untuk porsi 5-6)

Pelengkap:
Telur rebus
Fukujinsuke
Nasi

Cara membuat:
1. Tumis bombay sampai layu.
2. Masukkan daging dan tumis bersama sampai daging setengah matang
3. Masukkan air, rebus selama 20 menit dgn api kecil
5. Masukkan kentang, masak selama 5 menit
4. Masukkan roux dan aduk sampai roux meleleh rata
5. Masukkan juga jamur dan wortel, masak lagi selama 15 menit tergantung tingkay kekentalan yg disukai (semakin lama semakin kental). Tambahkan lada bubuk cabe dan garam secukupnya.
6. Hidangkan bersama nasi, telur rebus dan fukujinsuke bila suka.

Rasanya Hayashi rice ini sedikit berbeda dari kare. Tidak terlalu rempah tapi tetap enak lho..nyam! Nyam!

Yakisoba

Barusan coba resep Yakisoba ini gara-gara penasaran rasanya Yakisoba kayak apa. Habis tiap mau beli pasti aja diwanti sama suami kalau yakisoba biasanya ada babinya.
Pas liat-liat ternyata bahannya punya semua, jadi bikin deh!
Pas udah jadi ternyata rasanya enak. Dalam 5 menit kami menghabiskan sepiring besar Yakisoba. Suami sampe nanya masih ada sisa ga buat sarapan besok. Walah, boro-boro sarapan, udah ludes duluan 😆

Bikinnya gampang sekali, lho.

Yakisoba
untuk dua porsi

20140121-220036.jpg

Bahan:

300-400 g mie basah
3 lembar daun kubis
1/2 daun bawang
50 g daging sapi/ayam/udang
2 buah jamur shitake
1/2 wortel potong tipis
1/4 bawang bombay
Sejumput lada hitam

Bahan saus :
5 sdm kecap inggris (ウスターソース)
5 sdt saus tiram (オイスターソース)
2 1/2 sdt saus tomat
2 1/2 sdt shoyu
2 1/2 sdt gula

Campurkan jadi satu dalam mangkuk kecil.

Cara Pembuatan:

1. Tumis daging sampai matang
2. Masukkan bawang bombay dan masak sampai layu
3. Masukkan sayuran, 2 sdm saus, sejumput lada hitam dan tumis sampai layu
4. Masukkan mie basah dan sisa saus. Aduk rata dan masak sampai semua matang. Cicipi dan tambahi garam/gula bila kurang.
5. Sajikan dengan acar jahe merah bila suka.

Halal Hambagu (Japanese Hamburger Steak) Recipe

Saya doyan banget sama daging-dagingan kayak Steak, Hamburger, atau Yakiniku. Tapi sayangnya kebanyakan restoran Jepang menggunakan daging babi (atau campuran daging babi) dalam tiga masakan tersebut. Walhasil mau ga mau cara paling aman ya masak sendiri. In shaa Allah saya yakin masakan saya halal karena saya pakai daging halal dan saya tidak pakai alkohol.

Resep untuk Hambagu ini saya ambil dari Blog ini dan kemudian saya modifikasi sendiri sesuai standar halal.

HALAL HAMBAGU RECIPE:

Untuk 2 Porsi

hambagu

Bahan Hambagu

  • 300 gram daging sapi cincang
  • 1/2 bawang bombay, potong dadu
  • 1/2 sdt lada hitam
  • 1/2 sdt pala bubuk
  • 1 butir telur
  • 2 sdm susu cair
  • 70 gram tepung panir
  • 1 sdt garam (untuk daging)
  • 1/2 sdt cabe bubuk (opsional)
  • minyak untuk menumis dan menggoreng

Cara membuat

  1. tumis bawang bombay dalam 1 sdm minyak hingga layu, bumbui dengan sejumput garam dan lada hitam
  2. sisihkan dan tunggu sampai benar-benar dingin baru digunakan
  3. dalam mangkok besar, campurkan daging, tumisan bawang bombay yg sudah dingin, tepung panir, garam, lada hitam, pala bubuk, susu cair, dan telur. campur dengan tangan sampai terasa lengket.
  4. ambil adonan daging sekepalan tangan lalu bulatkan, setelah itu pindahkan adonan dari satu tangan ke tangan lain seperti sedang main lempar tangkap. Lakukan sebanyak 5 kali.
  5. bulatkan adonan, lakukan sampai sisa adonan habis.
  6. simpan dan tutup dengan plastik wrap, simpan dalam kulkas selama 30 menit.
  7. dalam wajan datar, panaskan 2 sdm minyak, masukkan adonan daging tadi ke dalam minyak
  8. pipihkan adonan dengan jari sampai membentuk burger patty (jangan sampai tipis sekali!)
  9. gunakan api kecil saat menggoreng agar adonan matang sampai ke dalam, terutama untuk adonan yang tebal (seperti punya saya!) dan goreng sampai daging berwarna coklat matang, hindari sering membolak-balik karena nanti adonan akan rusak bentuknya
  10. setelah kedua sisinya sudah matang, angkat dan tiriskan.

Bahan Saus:

  • 1 sdm butter
  • 60 ml air
  • 3 sdm saus tomat
  • 3 sdm kecap inggris (ウスターソース)
  • 2 sdm pasta lada hitam (opsional)
  • 1 sdt gula pasir

Cara membuat:

  1. campurkan semua bahan di atas (kecuali butter)
  2. masukkan ke dalam wajan bekas menggoreng daging tadi bersama dengan butter
  3. masak sampai mengental dan meletup, cicipi dan tambahkan garam/gula/lada sesuai selera

Cara penyajian:

  1. di dalam piring, sajikan daging hambagu dan siram dengan sausnya.
  2. anda bisa menambahkan sayuran dan kentang goreng untuk side dish.

Happy Cooking!