Telur Bistik

Masakan ini terkenal di Malaysia dan kayanya hampir semua angkringan/rumah makan yang menjual tom yam, pasti menjual telur bistik juga. Waktu saya tinggal di KL, saya cukup sering memesan menu ini di kantin kampus. Paling enak dimakan bersama tomyam. Jadi asam kuah tomyam beradu dengan saus telur bistik ini, rasanya hmmm…

Ternyata membuat telur bistik inipun mudah saja, kok. Ini saya buat ketika enggak punya banyak waktu masak. Di dalam telur bistik ini mengandung daging ayam, sayuran dan telur. Jadi cukup menjadi alternatif bagi yang bosan dengan menu yang itu-itu melulu.

Yuk, dicoba!

telor bistik

Telur Bistik 

Untuk 2-3 porsi

Bahan-bahan:

1 buah dada ayam, rebus dan potong-potong kecil
3-4 buah telur
setengah buah bawang bombay diiris tipis
sayuran beku campuran (mixed frozen vegetables) — bisa diganti dengan sayuran fresh yang dipotong kecil dan direbus sebentar terlebih dahulu
2 buah cabe rawit (bisa di-skip kalau tidak mau pedas)
3 sdm saus tomat
2 sdm saus cabai
2 sdm saus tiram
garam, gula, lada, dan kaldu bubuk secukupnya
1 sdm tepung maizena yang dicampur dgn 3 sdm air

Bumbu halus:
2 siung bawang putih
2 siung bawang merah
2 buah cabai besar

Cara membuat:
Telur:

1. rebus ayam yang telah dipotong, kemudian sisihkan. Jangan buah airnya karena akan kita gunakan nanti.
2. Campurkan telur, setengah ayam, garam, lada dan kocok bersama. Kemudian goreng. Jika memakai wajan lebar bisa sekali goreng, jika memakai wajan kecil bisa dibagi menjadi 2 kali menggoreng. Sisihkan di dalam piring.

Saus:
1. Tumis bawang bombay sampai layu, kemudian masukkan bumbu halus dan tumis sampai wangi. Masukkan saus tiram, saus cabai, saus tomat dan campurkan merata.
2. Masukkan sisa ayam. dan sayuran, tumis sebentar. Masukkan air rebusan tadi, gula, garam, kaldu bubuk dan lada. Jika ingin pedas, masukkan cabai rawit.
3. Masak sampai mendidih sambil dicicipi rasanya, tambahkan saus atau bumbu lain hingga rasa menjadi pas.
4. terakhir campurkan tepung maizena yang sudah dilarutkan ke dalam air, dan masak hingga mengental. Tingkat kekentalan terngantung kesukaan.

Penyajian:
Siramkan saus telur bistik ke atas telur yang telah dibuat dan hidangkan bersama nasi hangat.

 

Advertisements

Steak Ayam Tofu

Image

Weekend telah tiba! Hore, hore, hore! :mrgreen:

Seminggu yang lalu saya bergabung dengan page Langsung Enak di facebook yang juga ada situsnya. Seneng deh liat banyak inspirasi masakan dan kue. Apalagi kalau baca cerita membernya bagaimana mereka membuat masakan tersebut khusus untuk keluarga tercinta. Walaupun saya sekarang baru tinggal bersama suami saja, saya sudah bisa membayangkan senengnya kalau bikin masakan atau kue yang bikin anak sendiri lahap makannya. Pasti ketagihan masak!

Minggu lalu Mbak Tika alias mama Nisa, cerita tentang Nisa yang lahap banget makan hambagu buatan sang Mama. Pas cerita Mbak Tika keliatan berseri-seri gitu, duh jadi ikutan seneng, deh. Makanya jadi terpikir, mumpung sekarang belom riweh dan masih banyak waktu, kalau bisa mau praktek bikin masakan yang aneh-aneh sebanyak-banyaknya!

Nah, semingguan ini juga Langsung Enak isinya update tentang steak tempe. Bikin ngiler banget, apalagi saya ini penggemar tempe kelas berat. Tapi berhubung disini tempe mahalnya ngalahin daging, apalagi sekarang udah masuk tanggal tua dan demi menghabiskan bahan makanan di dalam freezer, saya cari-cari cara buat bikin makanan yang agak sama tapi bukan hambagu lagi. Akhirnya setelah baca-baca, saya berniat mempraktekkan resep dari salah satu blog favorit saya yaitu blog Nami-san. Resepnya adalah Chicken Tofu steak. Kebetulan ada sisa ayam cincang dari bikin siomay waktu itu. Akhirnya siap dieksekusi. Saya modifikasi sedikit dari resep asli juga memakai saus yang saya pakai di resep hambagu dulu.

Steak Ayam Tofu

untuk 2-3 porsi

Bahan:

  • 200 gr tahu putih (jangan pakai tahu sutera), tiriskan lalu hancurkan dgn garpu
  • 250 gr ayam cincang
  • 3 buah shitake, cincang
  • 1 cm jahe, cincang (bagi anak-anak yg kurang suka, boleh diskip, ganti dgn 1 shitake)
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 1 butir kuning telur
  • 1 sdm maizena

Bahan bumbu-bumbu:

  • 1 sdm maizena
  • 1 sdt minyak wijen
  • 1/2 sdt shoyu (atau kecap asin)
  • sejumput garam
  • sejumput kaldu bubuk rasa ayam
  • sejumput lada hitam

Bahan saus :

  • 1/2 sdm butter
  • air 80 ml
  • 1 sdm maizena dicairkan dgn air
  • 2 sdm pasta black pepper (opsional)
  • sejumput lada hitam
  • 4 sdm kecap inggris
  • 3 sdm saus tomat
  • 1 sdt gula
  • sejumput kaldu bubuk rasa ayam

Cara pembuatan:

    1. di dalam mangkuk besar, campurkan shitake, daging ayam, daun bawang, jahe, tepung, telur, dan tahu putih. Uleni sebentar dengan tangan.
    2. masukkan semua bahan bumbu lalu aduk kembali dengan tangan.
    3. ambil adonan sekepalan tangan (jangan terlalu banyak), lalu bulatkan.
    4. main lempar tangkap (lemparkan adonan dari satu tangan ke tangan lainnya) selama lima kali, untuk membuang udara di dalam adonan, kemudian bulatkan (jangan dibentuk pipih dulu). lakukan sampai adonan habis

20140201-221125.jpg

    1. masukkan adonan ke dalam 1 sdm minyak yang telah dipanaskan. Setelah adonan ditaruh di wajan, pipihkan dengan dua ruas jari hingga membentuk patty.
    2. Goreng selama 5 menit tanpa dibalik dgn api sedang, balik adonan ketika sudah kecoklatan.

20140201-220946.jpg

  1. setelah dibalik, turunkan api dan goreng selama 10 menit atau sampai adonan sudah coklat keemasan.

Cara membuat Saus:

  1. di dalam panci kecil, campurkan semua bahan kecuali butter. kemudian didihkan.
  2. ketika sudah agak mendidih, masukkan butter dan aduk terus.
  3. setelah benar-benar mendidih, cicipi dulu dan tambahkan apa yang kurang sampai terasa pas.
  4. terakhir, masukkan cairan maizena dan masak sampai mengental.
  5. tuang saus diatas steak.

Image

Steak bisa dihidangkan dengan sayuran atau salad kesukaan dan kentang goreng atau bahkan nasi. Kalau suami saya jelas ga bisa makan steak ini tanpa nasi. Lebih enak sih memang! hihihi.

Untuk teksturnya sendiri, steak ini lebih terasa ringan dan ga “ndaging” banget. Cocok buat yang mau diet. Juga ada distinguished taste dari jamur shitake dan jahe. Tapi karena jahenya terasa kuat, saya pikir mungkin anak-anak kurang suka ya. Yah, bisa diskip, kok. Waktu saya tanya suami, dia lebih suka hambagu atau yang ini, tentu saja dia bilang dua-duanya! Jadi kalau pernah bikin hambagu, saya cukup yakin bakal suka juga dengan resep yang ini…*yakin amat* :mrgreen:

Anyway, selamat hari Sabtu semua dan selamat makan!

Image

Tori Karaage

Lagi kangen sama masakan shokudo (kantin) kampus yang sebetulnya itu-itu melulu dan sering saya protes jaman dulu, tapi lha pas udah jauh kok ya ngangenin? Masakannya sih simpel banget, yaitu ayam goreng tepung-nya Jepang alias Tori Karaage.

Image

Apa sih yang membedakan ayam goreng tepung biasa dengan karaage? Kalau buat saya, yang paling distinguished itu adalah rasa dan aroma campuran antara jahe dan minyak wijen di dalam daging ayamnya. Itu yang paling beda dan terasa spesial makan karaage dari ayam goreng tepung biasa. Pada proses pembuatannya sendiri juga sedikit berbeda karena dagingnya di-ungkep (marinated) dulu selama 1-4 jam (saya kemarin lebih) baru ketika akan digoreng dicampurkan tepung saja (bukan dicelupkan ke telur lalu ke tepung). Selama ini yang bikin saya males banget bikin ayam goreng tepung itu proses celup-mencelupnya, karena tangan belepotan kemana-mana. Tapi ketika membuat tori karaage ini terasa simpel sekali karena ayam bisa didiamkan dan kita tinggal melakukan aktivitas lain, ketika lapar tinggal goreng (tanpa celap-celup pastinya). Saya jadi berpikir untuk membuat tori karaage ini sebagai resep cepat saya kalau sedang sibuk dan ga sempat menyiapkan lauk. Soalnya menggorengnya pun cukup cepat lho!  Oya, pada resep ini tepung pelapis yang digunakan adalah Potato starch. Kalau di Jepang, tepung kanji agak sulit ditemukan, justru adanya potato starch. Nah saya gatau kalau di Indonesia mudah ga sih nemu potato starch? Saran saya, walaupun mirip, tapi jangan diganti tepung kanji ya. Pengalaman saya tepung kanji agak alot kalau digoreng soalnya. Opsi terbaik adalah diganti dengan tepung maizena,

Anyway, resep asli saya ambil dari blog JustOneCookBook, di blog itu banyak resep masakan Jepang yang mudah-mudah lho. Resep ini saya modifikasi sedikit karena menurut saya bumbu perendamnya kurang nendang (lidah orang Jepang soalnya kurang suka bumbu sih..hehe).

Tori Karaage

untuk 4 porsi

Bahan;

  • 300 gr daging ayam tanpa tulang, potong 2 cm
  • 1/4 cup potato starch atau tepunf maizena (atau lebihkan sesuai keinginan)
  • minyak untuk menggoreng

Bahan bumbu perendam:

  • 1/4 bawang bombay diparut
  • 2 cm jahe diparut
  • 2 sdm soyu
  • 1 1/2 sdm minyak wijen (saya lebihkan karena saya suka yang wangi, kalau kurang suka boleh 1 sdm saja)
  • sejumput garam (pengalaman saya agak kurang asin, jadi jangan terlalu sedikit)
  • sejumput lada hitam
  • 1 kuning telur
  • 1 1/2 sdm gula (untuk menggantikan sake dari resep asli)
  • sejumput bumbu penyedap rasa ayam (boleh diskip)
  • 3 siung bawang putih cincang halus

Cara Membuat:

  1. campurkan semua bumbu perendam dan masukkan ke dalam kantong plastik lebar
  2. lalu masukkan ayam dan campurkan bumbu bersama ayam dengan cara meremas kantong plastik sampai ayam tercampur rata dengan bumbu.
  3. Diamkan ayam di dalam kulkas selama minimal 1 jam atau lebih.
  4. keluarkan ayam ketika akan digoreng dan panaskan minyak kira-kira sampai 160-170 derajat celsius
  5.  pindahkan ayam ke mangkuk dan campurkan dengan tepung kentang. Tidak perlu tercampur rata pun tidak apa-apa
  6. goreng ayam selama 90 detik, angkat, tiriskan selama 4 menit untuk mengurangi serapan minyak baru kemudian goreng lagi sampai keemasan.
  7. ayam siap dihidangkan dengan sedikit perasan lemon atau salad kesukaan.

Image

Itadakimasu!

Hayashi Rice

Sebetulnya tadinya pengen makan kare rice. Tapi udah nyari setengah mati roux curry yang non babi dan non hewan lain, kok ya ga nemu. Eh pas lagi liat-liat, nemu roux hayashi rice yang free animal! Bentuknya sih mirip kare rice, langsung deh pengen coba!
20140124-123847.jpg

Hayashi rice itu apa sih?
Ini masakan Jepang yang sebetulnya adaptasi dari masakan barat. Sama lah kasusnya kaya Hambagu. Tapi beda dari hambagu yang namanya berunsur barat, hayashi rice terdengar sangat jepang, ya? Hayashi sendiri katanya sih berasal dari kata “hashed beef”. Emang hayashi rice lebih sering menggunakan daging sapi daripada daging lain. Tapi berhubung di freezer saya adanya daging ayam, kali ini saya bikin chicken hayashi rice aja dulu deh..hehe.

Saya juga pakai jamur shimeji dan masukin kentang wortel tetep ada sayurnya. Serat nomer satu lah!
Pas lagi bikin ini saya juga jadi inget tiap makan kare rice di kantin kampus dulu, selalu ada acar merah gitu, pas gugling ternyata namanya fukujinsuke. Pas upload foto di fesbuk dikomentarin sama teman Jepang kalau menghidangkan hayashi rice dengan fukujinsuke itu cara orang Jepang banget. Ya iyalah, mumpung bisa dicari, I am going all out! :mrgreen:

20140124-123911.jpg

Hayashi Rice
untuk 4-6 porsi
br />20140124-013325.jpg

Bahan:
200 gr ayam / daging sapi, potong dadu
1/2 bombay
Jamur shimeji (bisa di skip)
1/2 wortel potong tipis
1 kentang potong 2 cm
Sejumput garam
Lada
Bubuk cabe (opsional)
Air 600ml
Hayashi roux 1/2 (untuk porsi 5-6)

Pelengkap:
Telur rebus
Fukujinsuke
Nasi

Cara membuat:
1. Tumis bombay sampai layu.
2. Masukkan daging dan tumis bersama sampai daging setengah matang
3. Masukkan air, rebus selama 20 menit dgn api kecil
5. Masukkan kentang, masak selama 5 menit
4. Masukkan roux dan aduk sampai roux meleleh rata
5. Masukkan juga jamur dan wortel, masak lagi selama 15 menit tergantung tingkay kekentalan yg disukai (semakin lama semakin kental). Tambahkan lada bubuk cabe dan garam secukupnya.
6. Hidangkan bersama nasi, telur rebus dan fukujinsuke bila suka.

Rasanya Hayashi rice ini sedikit berbeda dari kare. Tidak terlalu rempah tapi tetap enak lho..nyam! Nyam!

Siomay Ayam

Sebenernya bikin siomay itu gampang bingit, apalagi kalau punya food processor, segala ayam ikan daun bawang masukin aja ke food processor. Sementara karena saya ndak punya, jadi cukup puwas dengan pakai ayam cincang saja (ikan atau udang-nya di-skip). Rasanya jadi ayam banget. Tapi tetep uenak! Oya, di Jepang saya bingung dimana cari tepung kanji. Tiap ke supermarket dan cari tapioka sutachi (タピオカスターチ) selalu ga nemu. Katanya sih bisa diganti dengan katakuriko (片栗粉) tapi dikasih tau sama suami waktu dia bikin bakso pakai katakuriko eh ga kenyal sama sekali. Untungnya di dekat rumah ada toko bahan Indonesia, jadilah beli disitu. Jadi saya gatau gimana kalau pakai katakuriko ya.
Juga karena saya kesulitan menemukan kulit siomay, ada teman yang menyarankan pakai aburage (油揚) semacam kulit tahu tipis yang bisa dipakai buat inari sushi. Awal buat saya pakai ini tapi kemudian malas dan saya bikin ala abang-abang alias bulat-bulat asal..hehe

Resep asli diambil dari Sajian Sedap dengan modifikasi disana-sini.

Siomay Ayam
untuk sekitar 20-25 buah

20140112-191621.jpg

Bahan:
– 200-250 gr daging ayam cincang
– 3 siung bawang putih cincang halus
– 2 btr telur
– 5-10 sdm tepung kanji
– 2 batang daun bawang, iris tipis
– 1 sdm kecap ikan
– 1/2 sdt minyak wijen
-1/2 sdt garam
– 1/2 sdt lada
– 1/2 sdt gula
– penyedap rasa ayam secukupnya
– kulit siomay (opsional)
– bumbu pecel instan sebagai saus (opsional, kalau mau buat kuah sendiri lihat di Blog lain aja ya, maap :p)

Cara membuat :
1. Dalam mangkuk besar, campurkan ayam, gula, garam, lada, telur, daun bawang, bawang putih, minyak wijen, kecap ikan. Aduk rata.
2. Setelah tercampur, banting-banting kecil di dalam mangkuk.
3. Campurkan tepung kanji.
4. Masukkan dalam kulit siomay atau aburage, atau bulat-bulatkan dengan sendok dan kukus dalam dandang yang sudah panas.
Sebelum mengukus, pastikan dandang dilumuri minyak agar tidak lengket.
5. Kukus dengan api sedang selama 20-25 menit sampai matang.
6. Sajikan bersama telur rebus, kentang kukus, kubis kukus, pare kukus, tahu, dan batagor jika suka. Jangan lupa kuahnya!

Gampang banget, kan?

20140112-191918.jpg